Timbangan 5kg HX711


CAM00451CAM00470 CAM00471 CAM00472

[Full Gallery Foto]

Gambaran Umum
HX711 adalah modul timbangan, yang memiliki prinsip kerja mengkonversi perubahan yang terukur dalam perubahan resistansi dan mengkonversinya ke dalam besaran tegangan melalui rangkaian yang ada. Modul melakukan komunikasi dengan computer/mikrokontroller melalui TTL232.
Kelebihan
Struktur yang sederhana, mudah dalam penggunaan, hasil yang stabil dan reliable, memiliki sensitivitas tinggi, dan mampu mengukur perubahan dengan cepat.

 

Aplikasi
Digunakan pada bidang aerospace, mekanik, elektrik, kimia, konstruksi, farmasi dan lainnya, digunakan untuk mengukur gaya, gaya tekanan, perpindahan, gaya tarikan, torsi, dan percepatan.
Fitur
– Differential input voltage: ±40mV(Full-scale differential input voltage is ± 40mV)
– Data accuracy: 24 bit (24 bit A / D converter chip.)
– Refresh frequency: 80 Hz
– Operating Voltage : 5V DC
– Operating current : <10 mA
– Size:38mm21mm10mm

Prinsip Kerja

HX711 1

Prinsip kerja sensor regangan ketika mendapat tekanan beban. (sumber datasheet HX711)
Ketika bagian lain yang lebih elastic mendapat tekanan, maka pada sisi lain akan mengalami perubahan regangan yang sesuai dengan yang dihasilkan oleh straingauge, hal ini terjadi karena ada gaya yang seakan melawan pada sisi lainnya. Perubahan nilai resistansi yang diakibatkan oleh perubahan gaya diubah menjadi nilai tegangan oleh rangkaian pengukuran yang ada. Dan berat dari objek yang diukur dapat diketahui dengan mengukur besarnya nilai tegangan yang timbul.

[Baca selengkapnya]

Testing Sensor Inframerah MLX90614 Dengan Arduino dan AVR


Tulisan kali ini adalah posting yang saya tulis ulang dari beberapa sumber yang memiliki kesamaan tema, jadi bukan seluruhnya adalah hasil eksperimen saya. Saya hanya mencoba mencoba petunjuk yang diberikan dan mencoba eksperimen dengan beberapa referensi tersebut.

MLX90614 adalah termometer inframerah yang sangat berguna karena dalam pemakaiannya tidak diperlukan kontak antara sensor dan objek yang akan diukur. Sensor memberikan pembacaan suhu rata-rata dari semua objek yang tercover oleh view dari sensor, sehingga tidak suhu mutlak dari sebuah objek yang diamati. Dengan prinsip ini, maka dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi kehadiran ataupun perubahan suhu objek dalam range jangkaun sensor baik itu gerakan objek ataupun kehadiran suatu objek.

Gambar Wiring

Dengan mengikuti gambar di atas, maka kita dapat dengan mudah membuat sebuah sistem pembaca suhu menggunakan MLX90614 dan board arduino Uno. Jika merasa kesulitan menggunakan rangkaian di atas, dapat juga membeli modul sensor yang sudah jadi tinggal menambahkan jumper kabel dari modul ke board arduino.

[Baca selengkapnya]

Arduino dan Sensor Ultrasonic HC SR04


Arduino dan Sensor Ultrasonic HC SR04 dapat di susun untuk membuat sebuah sistem pengukur jarak. Arduino UNO yang digunakan sangat mudah didapatkan dan HC SR04 juga tidak mahal. Dengan biaya kurang dari Rp. 200.000,- kita bisa membuat sebuah pengukur jarak.

HC-SR04

Rangkaian yang dibuat dapat mengikuti skema diatas. Selanjutnya dapat digunakan program sketch berikut pada software Arduino.

#define trigPin 13
#define echoPin 12

void setup() {
Serial.begin (9600);
pinMode(trigPin, OUTPUT);
pinMode(echoPin, INPUT);
}

void loop() {
long duration, distance;
digitalWrite(trigPin, LOW);  // Added this line
delayMicroseconds(2); // Added this line
digitalWrite(trigPin, HIGH);
delayMicroseconds(10); // Added this line
digitalWrite(trigPin, LOW);
duration = pulseIn(echoPin, HIGH);
distance = (duration/2) / 29.1;

Serial.print(distance);
Serial.println(” cm”);

delay(500);
}

 Gallery Foto

[Baca selengkapnya]

Membuat Database Logger Sensor Jarak HC SR04-Arduino


Merujuk dari artikel sebelum tentang bagaimana membuat sebuah database menggunakan Visual Basic 6. Pada artikel lain yang membahas bagaiman cara mengukur jarak menggunakan sensor ultra sonic HC SR04 yang dikombinasikan dengan Arduino Uno. Maka pada posting ini akan di coba dijelaskan bagaimana salah satu cara untuk membuat sebuah database logger dari data pengukuran tersebut.

Video Terkait:

Desain sistem yang akan dibuat terdiri dari dua bagian yaitu hardware dan software yang dikombinasikan melalui teknik interfacing sederhana melalui port serial yang dapat dipelajari lebih mendalam pada posting sebelumnya.

Bagian hardware dibuat mengikuti skema dibawah ini:

Arduino HC SR04 LED BuzzerLangkah Pertama:

[Baca selengkapnya]

 

Membaca Sensor Suhu DS1820 Dengan Arduino


Pada posting ini dicoba untuk melakukan testing membaca sensor DS1820 dengan menggunakan board Arduino Uno.

Untuk melakukan testing, ikut petunjuk berikut:

1. Buatlah sebuah rangkaian tambahan dengan sebuah resistor sebagai berikut

Resistor

(sumber: http://www.instructables.com/id/Temperature-with-DS18B20/)

CAM00003

2. Kemudian hubungkan pin pada sensor suhu DS1820 waterproof seperti berikut:

– Kabel warna hitam ke pin GND board arduino

CAM00004

– Kabel warna merah ke pin +5v board Arduino

CAM00007

– kabel warna kuning ke pin nomer 2 board Arduino

CAM00008

3. Copy program dibawah ini dan download ke board Arduino Uno.

#include <OneWire.h>

int DS18S20_Pin = 2; //DS18S20 Signal pin on digital 2

//Temperature chip i/o
OneWire ds(DS18S20_Pin); // on digital pin 2

void setup(void) {
Serial.begin(9600);
}

void loop(void) {
float temperature = getTemp();
Serial.println(temperature);

delay(100); //just here to slow down the output so it is easier to read

}

float getTemp(){
//returns the temperature from one DS18S20 in DEG Celsius

byte data[12];
byte addr[8];

if ( !ds.search(addr)) {
//no more sensors on chain, reset search
ds.reset_search();
return -1000;
}

if ( OneWire::crc8( addr, 7) != addr[7]) {
Serial.println(“CRC is not valid!”);
return -1000;
}

if ( addr[0] != 0x10 && addr[0] != 0x28) {
Serial.print(“Device is not recognized”);
return -1000;
}

ds.reset();
ds.select(addr);
ds.write(0x44,1); // start conversion, with parasite power on at the end

byte present = ds.reset();
ds.select(addr);
ds.write(0xBE); // Read Scratchpad

for (int i = 0; i < 9; i++) { // we need 9 bytes
data[i] = ds.read();
}

ds.reset_search();

byte MSB = data[1];
byte LSB = data[0];

float tempRead = ((MSB << 8) | LSB); //using two’s compliment
float TemperatureSum = tempRead / 16;

return TemperatureSum;

}

Selanjutnya perhatikan video berikut:

sumber:

http://bildr.org/2011/07/ds18b20-arduino/

http://www.instructables.com/id/Temperature-with-DS18B20/

Sensor Temperatur Termokopel Tipe-K MAX6675


Gambaran Umum

MAX6675 dibentuk dari kompensasi cold-junction yang outputnya didigitalisasi dari sinyal termokopel tipe-K. data output memiliki resolusi 12-bit dan mendukung komunikasi SPI mikrokontroller secara umum. Data dapat dibaca dengan mengkonversi hasil pembacaan 12-bit data.

Fitur

  • Konversi digital langsung dari output termokopel tipe-K
  • Kompensasi cold-junction
  • Komunikasi kompatibel dengan protocol SPI
  • Open thermocouple detection

Karakteristik

typical MAX6675 2

(sumber datasheet MAX6675)

Cold-Junction Compensation

Fungsi dari termokopel adalah untuk mengetahui perbedaan temperature di bagian ujung dari dua bagian metal yang berbeda dan disatukan. Termokopel tipe hot junction dapat mengukur mulai dari 0oC sampai +1023,75oC. MAX6675 memiliki bagian ujung cold end yang hanya dapat mengukur -20oC sampai +85oC. Pada saat bagian cold end MAX6675 mengalami fluktuasi suhu maka MAX6675 akan tetap dapat mengukur secara akurat perbedaan temperature pada bagian yang lain. MAX6675 dapat melakukan koreksi atas perubahan pada temperature ambient dengan kompensasi cold-junction.

Device

mengkonversi temperature ambient yang terjadi ke bentuk tegangan menggunakan sensor temperature diode. Untuk dapat melakukan pengukuran actual, MAX6675 mengukur tegangan dari output termokopel dan tegangan dari sensing diode.

Performance optimal MAX6675 dapat tercapai pada waktu termokopel bagian cold-junction dan MAX6675 memiliki temperature yang sama. Hal ini untuk menghindari penempatan komponen lain yang menghasilkan panas didekat MAX6675.

[baca selengkapnya]

Membuat Frekuensi Counter Dengan AVR


CAM00416

CAM00417

CAM00418

CAM00419CAM00420

Pada posting ini saya mencoba menyampaikan contoh bagaimana membuat sebuah counter frekuensi dengan menggunakan ATMega32A. Seperti foto di atas dapat dilihat bahwa hasil memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara display mikrokontroller dan frekuensi output Sinyal Generator. Dengan demikian maka alat dapat dikatakan berfungsi dengan baik dan dapat digunakan.

[baca selengkapnya]

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 228 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: