Iklan

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau


Seperti yang kita ketahui bersama, menanam tanaman hidroponik tidaklah murah. Jika ada orang yang hobi menanam tanaman hidroponik, tentu mereka akan mengeluarkan dana berapa pun besarnya.

Namun, jika Anda ingin menanam tanaman hidroponik hanya untuk memenuhi kebutuhan sayur sehat sehari-hari, tentu Anda akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan banyak uang.

Terbaru-Cara-Menanam-Hidroponik-di-Rumah-dengan-Biaya-Investasi-yang-Terjangkau-02-Finansialku

Ada kabar baik bagi Anda yang ingin menanam tanaman hidroponik namun dengan budget yang relatif murah.

Tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Bahkan Anda dapat menggunakan bahan-bahan material yang bisa Anda temukan di rumah untuk menanam hidroponik.

 

Mengenal Hidroponik

Bagi Anda yang ingin menanam hidroponik, tentu Anda perlu mengenal terlebih dahulu apa itu tanaman hidroponik. Selain itu, kenali berbagai kelebihan dari bercocok tanam dengan cara hidroponik.

Secara sederhana, ditinjau dari asal katanya, budi daya hidroponik berarti suatu metode budi daya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Budi daya hidroponik memanfaatkan air/larutan mineral bernutrisi yang diperlukan oleh tanaman dan bahan lainnya sebagai pengganti media tanah.

Bahan-bahan pengganti media tanah diantaranya yang mengandung unsur hara, seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan genteng/batu bata, serbuk kayu, dan lain sebagainya.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 03 - Finansialku

Berikut ini beberapa kelebihan dari hasil tanaman hidroponik yang dapat membuat Anda berpikir lebih lanjut untuk menanam tanaman hidroponik.

 

#1 Lebih Hemat

Bertanam hidroponik terbukti hemat dibandingkan dengan menanam konvensional di atas tanah.

Hal ini dikarenakan tidak perlu menyiramkan air setiap hari. Larutan nutrisi atau media larutan mineral yang dipergunakan sudah tertampung di dalam wadah yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengontrolan saja.

 

#2 Memaksimalkan Lahan Terbatas

Bertanam hidroponik dapat memaksimalkan lahan terbatas karena tidak membutuhkan lahan yang banyak. Bahkan, media tanaman bisa dibuat secara bertingkat.

 

#3 Ramah Lingkungan

Bertanam hidroponik terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah.

Hidroponik hanya menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.

 

#4 Tidak Merusak Tanah

Tanaman hidroponik tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas.

 

#5 Hasil Bisa Dimakan Keseluruhan

Hasil tanaman hidroponik bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.

 

#6 Memeriksa Akar Tanaman

Bisa memeriksa akar tanaman dengan jelas secara periodik untuk mengontrol pertumbuhannya

 

#7 Pertumbuhan Lebih Cepat

Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terkontrol

 

#8 Tidak Bergantung Pada Musim

Untuk menanam hidroponik tidak perlu bergantung pada musim. Hal ini dikarenakan tanaman hidroponik dapat ditanam kapan saja sesuai dengan perencanaan kita.

 

#9 Menghemat Pemakaian Pupuk

Menanam hidroponik bisa mengurangi/menghemat pemakaian pupuk. Dengan adanya media berupa mineral, maka tidak perlu lagi pupuk yang berlebihan.

 

#10 Tidak Memerlukan Banyak Tenaga

Bertanam hidroponik tidak perlu banyak tenaga untuk mengerjakannya.

#11 Lingkungan Lebih Bersih

Lingkungan tempat bertanam hidroponik cenderung lebih bersih daripada bertanam di atas tanah.

 

#12 Sedikitnya Hama dan Penyakit Tanaman

Tanaman hidroponik jarang mempunyai masalah dengan hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, ulat dan cacing nematoda yang banyak terdapat dalam tanah.

 

#13 Lahan Lebih Fleksibel

Lahan tempat menanam hidroponik lebih fleksibel. Tanaman dapat ditanam di mana saja, seperti di dalam rumah atau di pekarangan yang sudah di-paving.

 

Jenis Sayuran dan Buah Hidroponik

Beberapa tanaman yang sering ditanam secara hidroponik, diantaranya adalah selada, bayam, cabai, tomat, bok choy, brokoli, sawi, kailan, kangkung, bawang, stoberi dan lain sebagainya.

Tanaman tersebut seringkali menjadi pilihan utama para pecinta buah dan sayur atau kaum vegetarian karena mereka sangat memperhatikan proses pembuatan makanan.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 04 - Finansialku

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Ada 2 cara macam teknik utama dalam bercocok tanam hidroponik, diantaranya:

 

#1 Dengan Larutan Nutrisi

Teknik ini tidak membutuhkan media tanam keras sebagai tempat pertumbuhan akarnya, tetapi cukup menggunakan media larutan nutrisi/air.

Contoh cara dalam teknik larutan yang umum dipakai adalah

 

Teknik Larutan Statis

Teknik larutan statis ini termasuk yang paling kuno yang telah dipraktikkan oleh para pendahulu. Statis disini artinya air atau larutan nutrisi tidak perlu kita alirkan.

Saat menggunakan teknik ini, tanaman perlu disemai pada media tertentu seperti ember plastik, baskon, bak semen atau tangki dan usahakan warnanya gelap dan tidak tembus cahaya.

Hal ini ditujukan untuk menghindari tumbuhnya lumut di dalam bak/wadah larutan tersebut.

Jika ember atau media tersebut berwarna bening, Anda dapat melapisi dengan plastik hitam atau aluminum foil yang tidak tembus cahaya.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 05 - Finansialku

Saat menaruh air/larutan nutrisi, usahakan agar ketinggian larutan serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di atas larutan. Hal ini bertujuan agar tanaman akan memperoleh cukup oksigen.

Anda juga dapat menggunakan gelembung oksigen pompa akuarium dalam larutan tersebut.

Gantilah air secara berkala, seperti seminggu sekali atau apabila larutan turun di bawah ketinggian tertentu, Anda dapat mengisi kembali dengan air atau larutan bernutrisi yang baru.

 

Teknik Larutan Alir

Teknik ini dilakukan dengan mengalirkan terus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman.

Teknik ini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan nutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk tanaman hidroponik skala besar.

Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara teknik menanam hidroponik larutan alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau sering disebut sebagai ‘teknik hidroponik NFT’.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 06 - Finansialku

 

Teknik hidroponik NFT menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut.

Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman.

Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.

 

#2 Dengan Media Pengganti

Teknik ini menggunakan media substitusi (pengganti) untuk menggantikan peran tanah sebagai tempat pertumbuhan akar tanaman. Dalam hal ini kita bisa memanfaatkan media sabut kelapa, akar/batang pakis, pasir, pecahan batu bata/genteng, serbuk kayu dan lainnya.

Jika Anda ingin menggunakan sistem bercocok tanam hidroponik dengan media pengganti, gunakan material berikut ini untuk menghemat biaya.

 

Manfaatkan Styrofoam

Gunakan styrofoam bekas sebagai wadah tempat nutrisi.

Lubangi styrofoam sebesar netpot yang akan Anda gunakan. Styrofoam bekas kotak buah biasanya dapat Anda peroleh dengan harga Rp3.000 – Rp5.000. Bahkan ada yang sengaja membuangnya, alias Anda bisa mendapatkannya secara gratis.

Namun demikian, kekurangan dari penggunaan styrofoam adalah bahan yang mudah rusak atau bocor dan mudah berlumut jika sering terkena air.

 

Gunakan Kain Flanel

Rockwool adalah salah satu material yang biasa dipakai untuk bercocok tanam hidroponik.

Namun sayangnya, material ini cukup sulit didapat di berbagai daerah kecuali Anda memesan melalui online shop. Selain itu, harganya yang relatif lebih mahal karena memang barang ini adalah barang impor.

Tidak tersedianya rockwool bukan berarti Anda mengurungkan niat Anda untuk menanam tanaman hidroponik bukan?

Kabar baiknya, Anda dapat mengganti rockwool dengan kain flanel. Gulung kain flanel lalu tanaman dijepit di bagian tengah gulungan.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 07 - Finansialku

 

Tidak perlu memesan via online shop dan membayar mahal, Anda bisa membeli kain flanel dengan harga sangat terjangkau di toko peralatan jahit.

Selain itu, Anda dapat menggunakan kain flanel tersebut berulang-ulang, tidak hanya sekali panen saja.

Jika Anda menggunakan kain flanel, Anda harus sering-sering mengecek keadaan air dari tanaman karena daya serap dari kain flanel yang tidak terlalu tinggi dibandingkan rockwool.

 

Manfaatkan Serabut Kelapa

Bahan serabut kelapa cenderung murah dan ada pula yang gratis. Daya serap dari serabut kepala sangatlah baik dibandingkan dengan kain flanel. Hal ini memungkinkan tanaman dalam keadaan yang lembab.

Kekurangan dari penggunaan serabut kelapa, adanya zat tanin dari serabut kelapa yang menghambat pertumbuhan akar tanaman.

Tetapi, Anda dapat mengantisipasi dengan cara mencuci serabut kepala terlebih dahulu dengan air bersih hingga air itu tidak berwarna merah lagi.

 

Ganti Netpot dengan Botol Bekas Air Mineral

Dengan kombinasi ini, Anda dapat menghemat biaya cukup besar.

Namun, kelemahan dari cara ini adalah botol bekas air mineral tidak bisa bertahan lama seperti netpot hidroponik karena bahan yang terlalu tipis.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 08 - Finansialku

 

Gunakan Baki Nasi Sebagai Media Semai

Gunakan baki nasi dan juga kapas sebagai media tanamnya. Cara ini dapat Anda gunakan juga hingga tanaman memasuki masa panen.

Setelah benih tumbuh, taruhlah baki ini ke dalam bak yang ukurannya sedikit lebih besar dari baki tersebut yang sudah berisi air nutrisi hidroponik.

 

Menanam Hidroponik yang Hemat dan Sehat

Tertarik dengan budi daya tanaman hidroponik?

Selain biaya yang semakin hemat, Anda dan keluarga memiliki kebun lahan mini di rumah sendiri dengan adanya tanaman hidroponik yang menyediakan sayuran dan buah-buahan sehat untuk kebutuhan rumah.

Jika Anda sampai pada titik ini, Anda tentu akan semakin yakin untuk menanam tanaman hidroponik di rumah Anda.

Jika Anda merasa puas dengan pemaparan artikel di atas, Anda tentu ingin agar rekan Anda yang membutuhkan informasi ini juga mendapatkannya, bukan?

 

Anda membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda agar mereka mendapatkan manfaat dari membaca artikel tersebut. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Cara Membuat Tanaman Hidroponik di Rumah Untuk Pemula. Lintangsore.com – https://goo.gl/3tSLQc
  • Triyanto. 14 November 2016. 5 Cara Menghemat Biaya Operasional Dalam Budidaya Scara Hidroponik. kabartani.com – https://goo.gl/XGXYk1
  • Nabila M. 12 Januari 2017. Hemat dengan Menanam Cabai Hidroponik di Rumah. Liputan6.com – https://goo.gl/wFzkC4

 

Sumber Gambar:

Sumber: http://www.finansialku.com

Iklan

Memberi Makan Dunia Masa Depan. Apakah Hidroponik Jawabannya?


Jumlah populasi dunia tambah tinggi, itu berarti makanan yang dibutuhkan juga bertambah. Di lain pihak perubahan iklim menyebabkan pertanian di banyak kawasan tambah sulit. Mungkin bertani tanpa tanah jadi solusinya.

DW eco@africa - hydroponic farm in China (picture-alliance/Photoshot)

Mengatasi kekurangan pangan dengan hidroponik

Tantangan menyediakan makanan bagi planet yang tahun 2050 penduduknya akan bertambah 3 milyar orang, artinya tekanan besar untuk mencari jalan cara memberi makan planet. Jadi pertanian harus lebih produktif dan areal lebih luas harus ditemukan, terlebih di daerah beriklim kering. Salah satu solusi: hidroponik.

DW eco@africa - Carlos Mendes, 53, checks the products at his daughter's green house where they develop their hydroponics project, in Marco de Canaveses (Getty Images/AFP/P. De Melo Moreira)

Menanam di air

Menanam di lahan sempit tapi hasilnya banyak. Itu bisa dipenuhi hidroponik. Walaupun kedengarannya seperti ide dari masa depan. Sebenarnya bangsa Aztec di Meksiko sudah membuat pertanian mengambang di sekitar kota Tenochtitlan. Hidroponick artinya membesarkan tanaman tanpa tanah, dan hanya menggunakan campuran kaya nutrisi, mineral dan air.

DW eco@africa - red and blue led lights provide light for photosynthesis to grow an assortment of greens in a farm for the Great Northern Food Hall in Grand Central Terminal in New York (picture-alliance/Photoshot)

Memberikan dorongan tumbuh

Dengan hidroponik, tanaman tidak ditanam di tanah, melainkan ditempatkan pada penopang. Nutrisi diberikan ke akar-akar yang menggantung, dengan menggunakan sejumlah metode, termasuk menyemprot. Ditambah cahaya artifisial, pemanas dan peralatan lain, campuran nutrisi membantu tanaman tumbuh lebih cepat, memberi hasil yang lebih banyak, sepanjang tahun.

DW eco@africa - Salad is presented on a floating platform at the booth of Dry Hydroponics during the opening day of the Fruit Logistica trade fair in Berlin (Getty Images/AFP/T. Schwarz)

Hirodroponic efisien

Hidroponik bisa mengolah kembali air. Artinya, air yang digunakan hanya 10% dari air yang digunakan pertanian konvensional. Itu membuatnya jadi opsi ideal untuk kawasan yang kering. Karena sistemnya tertutup, nutrisi tidak menyebar ke tempat lain, melainkan diserap tanaman. Oleh sebab itu pupuk yang dibutuhkan hanya seperempat dari pertanian konvensional.

DW eco@africa - hydroponics on a roof garden in China (picture-alliance/dpa/ Photoshot)

Menanam vertikal

Jika menanam secara datar bukan opsi karena lahan sempit, menanam ke atas juga bisa. Baki pembiakan hidroponik bisa ditumpuk satu di atas lainnya. Oleh sebab itu lebih efisien dari segi lahan, daripada ditanam di tanah. Dengan demikian, pertanian hidroponik bisa diadakan di pencakar langit.

DW eco@africa - a hydroponic farm (Imago/View Stock)

Sisi negatif hidroponik

Pertanian hidropohik bisa rumit, butuh tenaga intensif dan mahal. Tanaman butuh nutrisi esensial dalam jumlah besar, dan pertanian perlu peralatan dalam jumlah besar. Panas dan cahaya diberikan secara bebas dari matahari pada pertanian konvensional. Untuk hidroponik bentuknya artifisial dan mahal. Jika aliran energi terputus, tanaman mungkin rusak sepenuhnya jika terlalu lama tanpa air dan cahaya.

DW eco@africa - A man works in a hydroponic tomatoes farm (Getty Images/AFP/S. Kambou)

Hidroponik sedang naik daun

Hidroponik secara teoretis bisa digunakan untuk semua tanaman, walaupun dari segi teknik paling baik untuk tanaman mentimun, selada hijau, tomat, lada dan berbagai rempah-rempah. Sejauh ini hidroponik belum banyak digunakan. Tapi tren mulai berubah. Pertanian hidroponik global diperkirakan bernilai $21.2 milyar 2016. Diperkirakan akan bertambah 7% setiap tahunnya. Penulis: Melanie Hall (ml/ap)

 

sumber: dw.com

Dengan Hidroponik Berjuang Membenahi Desa


Ana (42 tahun) seorang petani hidroponik di Karawang sedang memanen hasil taninya, Sabtu (30/12). tirto.id/Jay Akbar

Ana (42 tahun) seorang petani hidroponik di Karawang sedang memanen hasil taninya, Sabtu (30/12). tirto.id/Jay Akbar

Tanaman hidroponik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuat suasana desa lebih asri.

“Masyarakat di sini dulunya petani. Tapi setelah ada industri otomatis sawah habis. Masyarakat mau kemana?”

Ana (42 tahun) mengenang perubahan tempat kelahirannya Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang dengan nada suara masygul dan air muka pasrah. Menurutnya kehadiran ratusan pabrik di kawasan Karawang International Industry City (KIIC) tidak saja menyudahi sebagian besar sandaran hidup masyarakat, tapi juga berdampak tak sedap bagi lingkungan. “Begitu [industri] dimulai ada panas, debu, dampaknya gersang,” kenang Ana kepada Tirto Sabtu (31/12).

Namun bapak tiga anak ini sadar, keluhan tidak akan menyelesaikan persoalan. Dekade 2015 ia bersama sejumlah masyarakat desa lainnya mendatangi PT Daihatsu Astra Motor di KIIC. Mereka meminta perusahaan ikut membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. Kala itu Ana mengusulkan agar jalan menuju pintu masuk desa ditanami beragam jenis pohon buah-buahan. Usul itu dikabulkan.

“Ada sekitar 450 tahun yang ditanam di sepanjang 500 meter. Ada pohon belimbing, jambu, sawo, dan mangga,” ujar Ana.

Dua tahun sejak penanaman pertama, pohon-pohon itu tumbuh merindangi jalan. Gersang terselesaikan.

Persoalan selanjutnya adalah lapangan pekerjaan. Ana mengakui sejumlah perusahaan di KIIC membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk bekerja. Namun tak semua warga bisa memanfaatkan kesempatan itu lantaran terbentur persyaratan pendidikan. Ana mengatakan sebagian besar warga desa seusianya hanya lulusan sekolah dasar. Kalau pun ada yang berhasil dipekerjakan, paling banter hanya menjadi buruh bongkar muat perusahaan. “Saya tidak tamat SD. Cuma kejar Paket A. Waktu itu zaman susah,” kata Ana mengenang masa lalunya.

Awal tahun 2017 kesempatan memperbaiki kesejahteraan akhirnya datang. Salah seorang karyawan dari divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Daihatsu Astra Motor menghubungi Ana. Sang karyawan memberi kabar tentang adanya pelatihan bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik di kantor pusat Astra bilangan Sunter Jakarta Utara. Ana dipersilakan datang jika berkenan. “Tanpa pikir panjang bagaimana ongkosnya saya langsung berangkat. Karena [pelatihan] sifatnya ilmu,” ujar Ana.

Pelatihan berlangsung selama satu hari. Dari sana Ana mengaku mendapatkan dasar-dasar ilmu bercocok tanam bersistem hidroponik. Namun ia tidak percaya begitu saja dengan teori-teori yang diberikan. Dalam benaknya: “Masa iya bisa menanam pohon tanpa tanah.”

Didorong rasa penasaran dan keinginan mengakhiri problem kesejahteraan di desanya, Ana nekat mempraktikan ilmu yang ia dapat. Bermodal uang pribadi Rp3.000.000 untuk membeli pipa air sebagai media tanam, nutrisi tanaman, dinamo, dan beberapa perkakas lainnya ia mulai menanam aneka jenis sayuran. Pekarangan rumahnya menjadi “laboratorium” percobaan pertama.

Hasil coba-coba itu ternyata membuahkan hasil menggembirakan. Aneka sayur mayur mulai dari pakcoy, kangkung, selada bokor, bayam hijau, dan bayam merah tumbuh subur. Hasil panen pertamanya itu ia foto dan laporkan ke pihak Daihatsu melalui pesan whatsapp.

Menerima laporan Ana, pihak perusahaan merespons positif. Dana CSR sebesar Rp30.000.000 —yang dibagi dalam dua tahap— dikucurkan untuk Ana mengambangkan usaha. Ana memanfaatkan modal itu untuk mengakumulasi media cocok tanam hidroponik di pekarangannya. Sejak itu usaha hidroponik Ana semakin berkembang. Tak cuma menjual produknya di warung-warung sayur kampung, produk hidroponik Ana bahkan berhasil menembus supermarket ternama seperti Transmart dan Carrefour.

Ana menghitung satu pohon sayuran pakcoy yang ia tanam menghabiskan modal Rp600 dengan harga jual Rp2000. Apabila dalam sehari ia bisa bisa menjual 10 pohon pokcai di 15 warung kampung maka omzet perhari yang ia dapatkan adalah Rp300.000 dengan keuntungan bersih rata-rata Rp210.000 per hari. Belum termasuk untung dari kangkung, selada bokor, bayam merah, dan bayam hijau. “Ini sambil tiduran juga bisa hasilkan uang, kalau kita mau fokus,” ujarnya.

Perlahan masyarakat desa mulai melirik bisnis yang digeluti Ana. Kepada mereka Ana tak segan berbagi ilmu. Baginya semakin banyak masyarakat yang menggeluti bisnis hidroponik justru akan semakin baik. Sebab selain bisa mengangkat perekonomian masyarakat, ia juga bisa mengembangkan bisnisnya ke sektor penyediaan jasa pembuatan hidroponik, penjualan nutrisi dan bibit, serta pemasaran. “Ada sih yang ingatkan ilmu berharga jangan diumbar. Saya sih gak masalah,” katanya.

Ana mengatakan hidroponik merupakan sistem cocok tanam yang paling relevan untuk dikembangkan di desanya. Sebab sistem ini tidak membutuhkan lahan luas, bernilai jual tinggi, dan lebih menyehatkan untuk dikonsumsi karena terbebas dari pestisida. “Ini kan (sayuran hidroponik) secara umum konsumsi orang kaya. Dengan hadirnya di sini masyakat bisa merasakan. Sehingga kesehatan masyarakat lebih terjaga,” ujar Ana.

Di tahun 2018 Ana bertekad menjadikan Desa Kutanegara sebagai desa hidroponik. Ia memproyeksikan dari 43 gang yang ada di desa bisa ditanami 1.700 tanaman hidroponik. Ia melihat ribuan karyawan yang bekerja di kawasan KIIC merupakan potensi pasar yang besar. “Jangan bicara pemasaran ke luar dulu. Di sini ada ribuan karyawan, pasarnya belum tergarap dan tergali,” katanya.

Ana juga yakin tanaman hidroponik bukan saja akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desanya, tapi juga membuat suasana kampung lebih teduh dan asri. “Selain memberi nilai ekonomi masyarakat, hidroponik juga bisa untuk penghijauan,” ujarnya.

Tati salah satu pemilik warung di Desa Kutanegara mengakui sayuran pakcoy hidroponik dari Ana cukup digemari pembeli. Hal ini karena sayuran itu lebih segar dan harganya terjangkau. Ia menjual sayuran pakcoy dari ana sehargar Rp3000 perpohon. “Rasanya tidak pahit, beda dengan sawi biasa,” ujarnya.

Pinus Lingga dalam Hidroponik: Bercocok Tanam Tanpa Tanah menyebut istilah hidroponik digunakan untuk menjelaskan tata cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Model cocok tanam semacam ini menurutnya telah dilakukan sejak ribuan tahun lalu oleh masyarakat Babilonia dan Cina.

Pada tahun 1936 istilah hidroponik diberikan untuk hasil tanaman tomat yang dikembangkan seorang agronomis Universitas California Amerika Serikat DR. WF. Gericke. Ia berhasil menanam tomat hingga setinggi tiga meter dengan buah melimpah dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya. “Sejak itu, hidroponik yang berarti hydros adalah air dan ponics [yang berarti] bercocok tanam, dinobatkan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah,” kata Pinus.

Pinus mengatakan ada 10 keuntungan dari sistem cocok tanam hidroponik: 1) perawatan lebih praktis serta gangguan hama lebih terkontrol. 2) Hemat pemakaian pupuk. 3) Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru. 4) Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan memiliki standarisasi. 5) Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor. 6) Hasil produksi lebih tinggi dan berkelanjutan. 7) Harga jual lebih tinggi. 8) Bisa dibudidayakan di luar musim. 9) Tidak ada risiko banjir, erosi, kekeringan, dan ketergantungan terhadap kondisi alam. 10) Dapat dilakukan pada lahan terbatas.

Departement Head CSR Astra Daihatsu Motor Rony Hapsoro mengatakan perusahaan bersedia menggelontorkan dana CSR kepada Ana dan warga Desa Kutanegara lantaran turut bertanggung jawab terhadap kondisi yang ada. Rony mengaku bangga dengan pencapaian yang telah dihasilkan Ana. Ia menyatakan perusahaan siap mewujudkan impian Ana menjadikan hidroponik sebagai identitas Desa Kutanegara. “Kami bermimpi menjadikan Desa Kutanegara sebagai desa hidroponik,” katanya.

sumber: tirto.id

NUR HAMDANI, GELUTI TANAMAN SAYURAN HIDROPONIK DI KAMPUNGNYA


Nur Hamdani saat merawat tanaman sayuran hidroponik di belakang rumahnya.

PURBALINGGA, INFO – Berbekal pengalaman dari teman-temannya yang sukses menggeluti tanaman sayuran hidroponik, Nur Hamdani (34) warga Desa Bakulan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, kini terjun menggeluti budidaya sayuran hidroponik. Di areal yang tidak begitu luas di kampung halamannya itu, sejak bulan Juni 2017 silam, Nur menanam berbagai jenis tanaman sayuran secara hidroponik. Semula, Nur bekerja membantu keluarga dan kakaknya membuat berbagai aneka kerajinan bambu.

“Saya mulai membudidayakan tanaman hidroponik saat teman-teman banyak yang berhasil. Setelah saya ikut belajar, akhirnya terjun sendiri memanfaatkan lahan di belakang rumah,” kata Nur Hamdan, Jum’at (2/3).

Diungkapkan Nur, cara bertanam hidroponik menjadi booming dan trend di sebagian masyarakat. Teknik bercocok tanam ini semakin disukai banyak kalangan. Cara bertanam hidroponik adalah cara bertanam tumbuhan menggunakan media air, nutrisi dan oksigen. “Saya membangun rumah kaca sendiri berukuran 8 x 18 meter di belakang rumah. Saya tanam berbagai jenis sayuran seperti bayam merah, pokcay, sawi dan sayuran lainnya,” ungkap Nur.

Untuk modal membuat sarana tanaman hidroponik, Nur mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp 60 juta. “Jika dihitung, modal itu sampai sekarang belum kembali, namun karena saya senang menggeluti budidaya tanaman hidroponik, maka perhitungan keuntungan belum saya cermati,” kata Nur yang merawat tanaman itu sendiri dengan dibantu istrinya.

Nur mencontohkan, untuk tanaman sawi, dirinya bisa menjual satu kilogram ke supermarket di Purwokerto seharga Rp 15 ribu. Kalau ada pembeli yang datang ke rumahnya, mereka bisa memilih dan memetik sendiri. Harganya hanya sekitar Rp 12 ribu. “Permintaan sayuran hidroponik sebenarnya cukup baik. Supermarket di Purwokerto dan juga permintaan beberapa hotel, tidak sanggup dicukupinya,” kata Nur.

Sistem penjualan yang dilakukan Nur dengan bergabung bersama sejumlah petani sayuran hidroponik lainnya di Purwokerto. Setelah hasil panenan dikumpulkan, barulah dikirim ke hotel atau super market yang meminta. “Untuk tanaman afkir, biasanya dijual di pasar Panican Kemangkon. Atau, saya manfaatkan sendiri untuk dijual sebagai bahan lalapan. Kebetulan, ibu saya membuka usaha kuliner makanan tahu banting. Tahu yang telah dibumbui itu, ditempatkan dalam satu wadah cobek dari tanah liat dan dilengkapi lalapan sayuran,” kata Nur.

Nur mengaku akan terus mengembangkan budidaya sayuran secara hidroponik ini. Saat ini, sudah mulai banyak pengunjung yang datang untuk membeli sayuran di kebunnya, sekaligus berfoto-foto di dalam arena kebun. Selain itu, beberapa anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak dari tetangga desanya, juga diajak ke kebun miliknya, untuk sekedar mengenal budidaya tanaman hidroponik. “Konsumen dari kalangan keluarga, sudah mulai banyak yang tahu tempat kami. Mereka datang untuk membeli sayuran hidroponik, dan beberapa diantaranya sembari menikmati makanan tahu banting,” tutur Nur.

Khusus untuk kuliner tahu banting, kata Nur, disebut demikian karena cobek yang digunakan setelah makan bisa langsung dibanting. Satu porsi tahu banting dihargai Rp 10 ribu. “Cobek yang dipakai alas tahu itu, setelah selesai untuk makan,. Bisa langsung dibanting. Hal ini dimaksudkan untuk membantu perajin gerabah cobek agar tetap laku. Kalau cobeknya dipakai lagi, nanti pedagang cobeknya tidak laku,” ujarnya setengah promosi.

Untuk menikmati kuliner ini, pengunjung juga bisa bersantai di gubug bambu di sekitar lahan budidaya tanaman hidroponik. Hamparan sawah yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari gubug itu semakin menambah suasana alami pedesaan yang sejuk. (PI-1)

 

sumber: jatengprov.go.id

Merdeka dengan Sistem Otomasi Hidroponik


Merdeka dengan Sistem Otomasi Hidroponik

Sistem Otomasi Hidroponik

(UKWMS-14/8/2017) Ada banyak cara merayakan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 72 tahun ini, dua tim mahasiswa dan dosen dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memilih untuk merayakannya dengan berkarya. Dua buah rangkaian Teknologi Tepat Guna (TTG) berhasil mereka inovasikan dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan ilmu yang mereka dalami di Jurusan Teknik Elektro FT UKWMS. Adalah Maria Angela Kartika dengan karyanya Otomasi Sistem Hidroponik NFT dan Fandri Christanto dengan Mesin Pengering Otomatis Hemat Energi yang baru tanggal 12 Agustus 2017 kemarin meraih gelar juara 3 dan juara harapan pertama dalam Lomba Pengolahan Hasil Perikanan dan Teknologi Tepat Guna yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Belum pernah ada alat untuk mengendalikan sistem hidroponik yang otomatis menutrisi sayuran yang ditanam, sekaligus mengendalikan kadar nutrisi dalam air yang dipergunakan sesuai kebutuhan yang ditetapkan,” demikian terang Andrew Joewono ST., MT selaku dosen yang menelurkan ide yang lantas diwujudkan oleh Angela dalam karyanya tersebut. “Ya awalnya saya ingin menciptakan suatu alat yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua saya saat pensiun nanti. Kalau sistemnya otomatis begini, kan lebih merdeka dari kerepotan bertani hidroponik yang pada umumnya,” tutur Angela yang menyelesaikan karyanya di bawah bimbingan Yuliati, S.Si., MT dan Drs. Peter R. Angka M.Kom tersebut.

Yuliati_Peter R Angka (Dosen Pembimbing) dan Angela saat memeragakan sistem otomasi hidroponik NFT

Selain demi orangtuanya, ide Angela ternyata juga bermula dari keprihatinan atas kurangnya lahan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di Surabaya. Berdasarkan sistem berlahan menggunakan Hidroponik, kelebihan dari mesin inovasinya adalah mampu diaplikasikan dengan lahan terbatas dan juga lebih hemat biaya listrik karena ada periode pompa. Ia berhasil memodifikasi sistem aliran air menggunakan dua tandon, dari bawah dipompa ke atas, sehingga ketika tandon atas sudah penuh secara otomatis pompa akan mati dan sistem dapat bekerja tanpa menarik daya listrik. “Kira-kira yang dihemat dalam konsumsi daya adalah 37,77 Kwh atau bila dirupiahkan dengan asumsi batas daya 1300VA kurang lebih adalah 55.000 Rupiah,” terang gadis kelahiran Malang tersebut. Mesin ini juga mampu untuk menyeimbangkan kadar nutrisi yang dibutuhkan tanaman dengan cara mengatur alat menggunakan sensor TDS (Total Dissolved Solid) sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Keunikan lain dari karya Angela adalah ia berhasil memanfaatkan beberapa barang bekas untuk membangun sistem tersebut. Tandon air yang dipergunakan adalah gentong plastik bekas bahan kue, selain itu rangka besi penunjang alat didapatkan dari beberapa tempat loak. Sebagai rangka ‘meja’ tanaman hidroponik sayuran berdaun yang ia tanam, Angela menggunakan beberapa batangan galvalum yang ia rakit sendiri. Setelah melalui proses coba salah berulang kali selama enam bulan, akhirnya jadilah serangkaian alat berdimensi panjang tiga meter kali lebar satu meter dengan tinggi dua meter. Alat tersebut ditunjang dengan sebuah ‘menara’ yang mengusung dua buah tandon air dengan sistem pemberi nutrisi di bagian tengahnya. (Red)

sumber: ukwms.ac.id

Menanam Tanaman Hidroponik


Pengertian hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, budidaya tanaman ini lebih mengutamakan media air yang telah di campur dengan nutrisi. Jenis metode yang di gunakan sangatlah beragam antara lain metode NFT, sistem drip, Walter culture dan sebagainya.

Mengetahui teknik menanam tanaman hidroponik dan mempelajari bagaimana cara untuk mempraktekannya. Saat ini luas lahan pertanian semakin menipis seiring meningkatnya lahan pemukiman. Jika hal ini di biarkan saja tentu akan sangat mengkhawatirkan pasokan bahan makanan yang di dapat dari pertanian.

Selain dengan meminimalisir pertambahan lahan pemukiman, untuk menghindari kekurangan bahan makanan anda juga memerlukan teknik baru dalam dunia pertanian.

Saat ini, muncul sebuah teknik penanaman tumbuhan yang dapat di lakukan di luar tanah, yaitu teknik hidroponik. Hidroponik sendiri sebenarnya adalah budidaya tanaman dengan penanaman di dalam air (memanfaatkan air), dan memprioritaskan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tumbuhan.

Contoh tanaman hidroponik sayuran

Meskipun di tanam di dalam air, namun tumbuhan yang dibudidayakan dengan teknik ini membutuhkan lebih sedikit air, sehingga penamaan hidroponik ini sangat cocok di coba pada daerah yang memiliki pasokan air minim.

Kata Hidroponik sendiri di ambil dari bahasa Yunani yaitu Hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya. Sehingga ketika dua kata tersebut di satukan akan membentuk pengertian budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah menjadi media tanam (soiless).

Teknik penanaman sistem hidroponik ini sudah mulai di teliti sejak puluhan tahun lalu, atau kurang lebih sejak tahun 1672.  Hal ini di buktikan dengan adanya buku yang menuliskan tentang teknik penanaman hidroponik, yaitu buku karya Francis Bacom.

Sejak saat itulah penelitian tentang teknik hidroponik ini semakin di kembangkan dan akhirnya membuahkan hasil seperti saat ini.

Tanaman yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik

Dalam penelitian tersebut tentu tak lepas dari penelitian tentang tanaman apa saja yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Bahkan bisa di bilang aspek ini bisa di bilang merupakan salah satu aspek terpenting dalam penelitian.

Lalu apa sajakah tanaman yang bisa dibudidayakan dengan teknik hidroponik? Berikut ini penjelasannya :

  • Selada

tanaman-selada-hidrotonik

Tanaman yang sering kali di santap dalam keadaan mentah atau di sebut dengan lalapan ini merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik.

Selada ini merupakan salah satu tanaman yang paling subuh ketika dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik.

Selain itu, keuntungan lain dari menanam selada dengan teknik hidroponik adalah perawatannya yang tidak ribet. Selada juga akan tumbuh dalam waktu yang cukup cepat, yaitu hanya dalam 2 minggu bibit selada yang telah di semai sudah bisa mengeluarkan 2 lembar daun.

  • Timun

tanaman-timun-hidroponik

Tanaman dengan rasa yang segar ini juga termasuk tanaman yang hasilnya memuaskan ketika dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Akan tetapi untuk menanam timun secara hidroponik anda harus memperhatikan perawatannya dengan baik.

Pasalnya untuk bisa tumbuh baik hidroponik timun harus memerlukan cahaya yang cukup. Selain itu, ketika tanaman timun sudah mulai tumbuh besar anda juga harus menyediakan lahan yang cukup luas agar buah timun nantinya tidak rusak.

  • Sayuran berdaun hijau

sayuran-hujau-hidroponik

Selain selada, sayuran berdaun hijau lainnya seperti bayam, kangkung, dan sawi juga bisa di tanaman secara hidroponik. Tak kalah dengan selada, sayuran ini juga akan tumbuh baik ketika di tanam secara hidroponik.

Tips yang harus anda perhatikan untuk menanam sayuran hijau secara hidroponik yaitu jangan sampai membiarkan sayuran tersebut tumbuh terlalu besar. Sebab hal ini bisa menghambat sirkulasi udara yang berakibat sayuran menjadi layu bahkan mati.

  • Buah-buahan

buah-buahan-hidrotonik

Tak hanya sayuran, buah-buahan seperti hidroponik tomat, melon, dan cabe juga dapat dibudidayakan secara hidroponik. Agar buah-buahan tersebut tumbuh dengan baik, hal yang harus anda perhatikan yaitu nutrisi air serta asupan cahaya.

Sedangkan untuk tanaman berukuran besar seperti melon, jangan lupa untuk menyediakan lahan yang cukup luas.

Dan masih banyak lagi jenis tanaman yang dapat di tanam dengan metode hidroponik, nanti akan di bahas satu per satu di situs sistemhidroponik.com

Media yang digunakan dalam menanam tanaman hidroponik

Selain mengetahui tanaman apa saja yang dapat dibudidayakan secara hidroponik, tentu anda juga harus mengetahui media apa saja yang harus di siapkan untuk menanam tanaman hidroponik.

Untuk menanam tanaman hidroponik anda tidak memerlukan unsur hara, namun yang anda perlukan antara inert yang akan berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Media tersebut antara lain adalah :

  • Arang sekam

arang-sekam-hidroponik

Media menanam tanaman hidroponik yang satu ini bisa di bilang sebagai media utama. Pasalnya, media yang terbuat dari ampas padi ini atau di sebut dengan media arang sekam mampu memberikan hasil yang terbaik untuk tanaman sayur-sayuran. Tidak hanya itu, arang sekam juga baik untuk pembibitan pohon.

  • Spons

spons-untuk-hidroponik

Jika anda biasanya menggunakan benda yang satu ini untuk mencuci piring, saat ini spons bisa anda gunakan untuk media menanam tanaman hidroponik.

Kegunaan spons untuk tanaman hidroponik di buktikan dengan tumbuhnya lumut bahakn rumput saat spons di diamkan di luar ruangan dan mendapat air serta cahaya yang cukup. Spon juga dapat di gunakan untuk pembibitan tanaman hidroponik

  • Expanded clay

lahan-liat-hidroponik

Expanded clay yaitu semacam lahan liat yang di dalamnya sudah terkandung mineral. Penggunaan media ini sangat baik untuk proses penyemaian atau tanaman muda.

  • Rock wool

media-tanam-hidroponik

Media berikutnya merupakan media non-organik yang cara pembuatannya dengan meniupkan udara/uap pada batuan leleh. Dimana hasilnya adalah semacam fiber yang berongga.

  • Coir

serabut-kelapa-untuk-hidroponik

Coir atau yang lebih akrab di sebut serabut kelapa ini  merupakan media yang baik untuk proses pembibitan atau penyemaian.

Macam-macam pupuk yang di gunakan untuk menanam tanaman hidroponik

Sama seperti teknik menanam dengan media tanah, teknik menanam secara hidroponik juga membutuhkan pupuk untuk menutrisi tanaman. Namun jenis pupuk yang di gunakan antara teknik penanaman biasa dan hidroponik tentu saja berbeda.

Apa sajakah macam-macam pupuk yang dapat di gunakan untuk menanam tanaman secara hidroponik? Berikut ulasannya untuk anda :

  • Lewatit HD-5

Pupuk yang memiliki bentuk menyerupai gula pasir namun berwarna merah ini memiliki berbagai nutrisi yang baik untuk tumbuhan. Dalam 1 liter Lewatit saja mengandung 15 g N (dalam bentuk nitrat), 3 g N (dalam bentuk ammonium), 7 g P2O5 dan 15 g K2O.

Selain itu. Lewatit juga mengandung unsur mikro yaitu Fe, Cu, Mn, Bo dan Mo.- Meskipun di gunakan pada media taman air, namun Lewatit tidak larut dalam air, justru nutrisi pupuk hanya akan di tukar dengan ion dari garam yang sudah larut dalam air.

Lewatit ini sangat baik jika di gunakan pada tanaman hias. Cara pemberian pupuknya pun cukup mudah, anda hanya perlu menaburkan pada media penanaman hidroponik sejak tanaman masih berumur 2 minggu, setelah itu siram menggunakan air agar butiran pupuk turun ke bawah.

  • Margaflor

Berbeda dengan Lewatit, Margaflor yaitu pupuk hidroponik yang berbentuk cair. Nutrisi yang terkandung dalam Margaflor sendiri tidak kalah lengkap dan baiknya, antara lain mengandung unsur mikro yaitu N 11,28 %, P2O5 5,7 %, K2O 7,84 % dan S 3,37 % serta unsur-unsur mikro : Fe, Cu, Mn, Mg, Zn, Mo, Ce, B dan Co.

Anda bisa menyiramkan pupuk ini setiap 1-2 minggu sekali pada tanaman hias, yaitu sejak tanaman berumur 3 minggu setelah di pindahkan ke media hidroponik. Sedangkan untuk sayuran, pupuk ini bisa di gunakan sejak tanaman berumur 2 minggu.

Baca juga info tentang dasar dari sistem tanam hidroponik

Semoga info tentang teknik menanam hidroponik di atas bermanfaat bagi anda. Silahkan simpan atau bookmark situs ini untuk mendapatkan informasi mengenai tanaman hidroponik.

Video contoh tanaman hidroponik jenis sayuran

sumber: http://www.sistemhidroponik.com

Bertanam Cabe Hidroponik


Literatur Review

Pada posting ini saya mencoba melakukan pengumpulan referensi yang dapat dipelajari terkait dengan menanam cabe secara hidroponik.

Budidaya Tanaman Hidroponik Cabe memiliki beberapa keuntungan utama dibandingkan dengan budidaya tanaman cabe secara konvensional, antara lain  :

  • Tidak memerlukan tanah yang subur, karena teknik budidaya tanaman secara hidroponik hanya menggunakan air sebagai media tumbuh tanaman. Sehingga kita tidak memerlukan lahan yang selalu subur untuk dapat berbudidaya tanaman cabe.
  • Pertumbuhan tanaman lebih optimal, tanaman hidroponik cabe dapat tumbuh lebih optimal dibandingkan tanaman cabe konvensional. Hal ini dikarenakan nutrisi yang tersedia didalam air, dapat diserap secara maksimal oleh tanaman. Sehingga pertumbuhan lebih cepat dan optimal.
  • Hama tanaman lebih mudah dikontrol. Teknik hidroponik akan memudahkan petani untuk melakukan kontrol terhadap serangan hama, hal ini dikarenakan lingkungan tumbuh yang bersih sehingga meminimalisir pertumbuhan hama atau penyakit yang dapat merugikan tanaman.
  • Masa panen tanaman yang lebih panjang dan optimal. Tanaman hidroponik cabe mampu menghasilkan panen sepanjang bulan, setelah melewati masa vegetatif selama 3 bulan. Pada masa generatif, tanaman cabe hidroponik akan mampu terus memberikan hasil panen ketika nutrisi yang diperlukan tanaman tersedia dengan baik. Sehingga hasil panen akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman cabe konvensional.
Disamping beberapa keutamanan tanaman hidroponik cabe tersebut, budidaya secara hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan, yakni nilai investasi pertama yang cukup mahal, Karena harus membeli beberapa peralatan dan nutrisi.
Sistem hidroponik yang paling sesuai digunakan dalam tanaman hidroponik cabe adalah sistem Dutch Bucket. Dengan sistem ini, tanaman cabe akan mampu tumbuh dengan maksimal karena memiliki ruang tumbuh akar yang cukup luas. Dengan space tersebut, akar dapat bekerja dengan maksimal dapat menyerap dan menyalurkan nutrisi, sehingga hasil panennya pun akan maksimal.
tanaman-hidroponik-cabe
Langkah-langkah persiapan penanaman adalah sebagai berikut.

Pemilihan Benih Cabe

Rendam benih cabai  dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang tenggelam pada umumnya lebih
baik untuk ditanam dibanding yang tidak tenggelam.

Penyemaian Benih Cabe

1. Pembuatan Media Semai

Campur tanah bagian atas (/top soil/ atau berhumus) dengan pupuk kompos
atau pupuk kandang dan arang sekam dengan komposisi perbandingan 1:1:1.
Masukkan media semai ke dalam polybag
mini (ukuran 8 x 9 cm). Anda juga dapat menggunakan baki (/seedling
tray/) .

2. Penanaman Biji

Tanam setiap biji cabe ke dalam polybag mini (satu cabai dalam 1
polybag). Buat lubang sedalam 0,5 cm di tengah media semai. Media semai
dibasahi sedikit untuk menjaga kelembaban.

3. Perawatan Bibit

Bibit disiram setiap pagi dan sore hari menggunakan semprotan halus agar
tidak merusak bibit dan media semai. . Tips penyiraman: Tutup permukaan
polybag dengan kertas koran kemudian siram kertas koran hingga basah.
Kertas koran dibuka setelah biji tumbuh yaitu sekitar 3 hari.

Bibit cabe siap dipindahkan ke media tanam hidroponik kultur polybag
setelah 21-24 hari atau setelah bibit cabe memiliki 4-5 helai daun.
Bibit harus dirawat dan dijaga dari gulma. Jika ada gulma segera lakukan
penyiangan.

2. Metode Hidroponik dengan Kultur Polybag

A. Penyiapan Lahan dan Peralatan Hidroponik

Siapkan tempat untuk kegiatan bercocok tanam hidroponik. Kemudian pasang
peralatan hidroponik seperti bak/wadah nutrisi, selang pompa utama/pipa,
dan selang-selang plastik. Jumlah selang plastik disesuaikan dengan
jumlah polybag yang akan Anda gunakan. Setiap polybag dipasang 1 selang
plastik. Selang-selang plastik dihubungkan pada selang pompa utama bak
nutrisi.

Metode Hidroponik dengan Kultur Polybag

B. Penyiapan Wadah dan Media Tanam

Polybag ukuran 40 cm disarankan untuk digunakan untuk penanaman cabe
(minimal ukuran polybag di atas 30 cm). Media tanam yang disarankan
untuk cabe adalah campuran antara arang sekam dan pasir dengan
perbandingan 2:1. Campuran arang sekam dan pasir dapat menahan larutan
nutrisi dengan baik dan campuran keduanya memiliki aerasi yang baik.
Masukkan media tanam ke dalam polybag dan beri lubang di tengah-tengah
media dengan kedalaman 5-7 cm. Anda juga bisa menggunakan rockwool
sebagai media tanam, namun harga media ini relatif mahal.

C. Pemindahan dan Penanaman Bibit

Lakukan pemindahan bibit secara hati-hati jangan sampai merusak akar
tanaman. Robek polybag mini tempat penyemaian, pindahkan bibit dan media
semai seluruhnya ke dalam lubang media hidroponik di polybag besar.
Pemindahan bibit disarankan pada saat sore hari saat matahari tidak
terlalu menyengat. Bibit akan tampak layu setelah 2-3 hari pemindahan
namun akan segar kembali asalkan perakaran masih baik (tidak ada akar
yang terluka).

D. Pemberian Larutan Nutrisi

Susun polybag secara teratur. Letakkan selang-selang plastik pengalir
nutrisi pada masing-masing polybag. Larutan nutrisi harus mencukupi
kebutuhan nutrisi tanaman. Unsur makro seperti N, P , K, Ca, dan Mg
harus dipenuhi. Anda dapat menggunakan pupuk AB mix, atau pupuk hidroponik
lainnya (anorganik maupun organik). Campur pupuk dengan air di bak
nutrisi, lalu alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag yang
berisi bibit tanaman cabe.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman yang utama meliputi penyiraman, pengajiran, dan
pemangkasan. Penyiraman tanaman cabe dengan larutan nutrisi dilakukan
sebanyak 5-8 kali sehari. Anda disarankan menggunakan timer pada selang
pompa utama agar tidak memerlukan tenaga ekstra.

Larutan nutrisi yang diberikan sebaiknya dilakukan dengan cara irigasi
tetes atau fertigasi. Larutan nutrisi yang diberikan jangan dalam jumlah
banyak sekaligus, namun sedikit-demi sedikit asal cukup membasahi media
tanam di polybag.

Pemeliharaan Cabai Hidroponik

Pengajiran dilakukan pada tanaman yang kurang lebih berumur 1 minggu
atau memiliki tinggi kurang lebih 20 cm dengan menggunakan tongkat
bambu. Ajir berfungsi sebagai media penopang tanaman agar dapat tumbuh
tegak. Ajir diletakkan di media tanam dengan jarak kurang lebih 4 cm
dari pangkal batang. Pemangkasan tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak
daun mencegah tanaman tidak tumbuh ke sampingketika batang belum terlalu
kuat menopang. Lakukan pemangkasan pada hari ke-20 setelah tanam.

Demikian tahap-tahap utama dalam penanaman cabe dalam polybag dengan
metode hidroponik. Saat melakukan penanaman, perhatikan kondisi optimal
tanaman cabe. Tanaman cabe menyukai suhu 24-28oC, kelembaban 80%, kadar
pH 6-7, curah hujan 800-2.000 mm per tahun, dan intensitas cahaya
matahari sekitar 70%. Perawatan teratur akan membuat tanaman tumbuh
subur. Jika timbul hama dan gulma segera lakukan penyemprotan pestisida
(disarankan yang alami) dan penyiangan.

Sumber:

%d blogger menyukai ini: