Mungkin kebanyakan orang akan beranggapan kalau untuk menjadi CPNS “murni” yang tanpa mengeluarkan uang sebagai pelicin, sangat kecil kemungkinan, bahkan mungkin sudah ada yang pesimistis. Namun sebenarnya, tidaklah demikian. Mungkin hanya daera-daerah tertentu atau alokasi-alokasi tertentu yang sarat dengan hal demikian. Kita tidak tahu, apakah ini permainan pejabat, panitia atau stake holder yang sudah dipercaya menanganinya.
Menurut pengalaman beberapa teman, ada posisi-posisi yang tidak dipungut uang sepeserpun untuk didaulat menjadi seorang abdi negara, PNS yang diharapkan mengemban tugas negara yang mulia. Namun ada pula perekrutan yang terkesan setengah-setengah. Kenapa disebut demikian, karena meknismenya adalah ada tes tertulis yang kemudian diseleksi secara nasional, dan hasilnya diseleksi oleh pusat. Kemudian kandidat-kanditat yang lolos diserahkan kepada unit yang membutuhkan formasi tersebut. Disini terjadi proses seleksi lagi, dimana ada penilaian yang dilaksanakkan oleh panitia yang terdiri dari pegawai-pegawai unit tersebut. Kita tidak tahu, dan tidak sepantasnya berburuk sangka kepada proses seleksi tersebut, namun dari proses seleksi yang diikuti kadang membuat hati bertanya “kok seleksinya gini ya?”, “kok seleksinya ndak masuk akal ya?”
Dan ternyata, hasilnya sudah ditebak, kalo si kandidat yang tidak punya bargaining position, yang hanya mengandalkan kemampuan dan optimisme ditambah niat yang mungkin tulus, harus sedikit kecewa. Kenapa demikian?? proses yang dari awalnya mulus, dan fair, tiba-tiba jadi remang-remang saat dilanjutkan pada wilayah abu-abu.
Namun kita juga tidak bisa menuduh, karena proses didesain untuk tidak bisa diukur secara pasti. Semisal, wawancara, tes praktik yang tak dilketahui skor tiap kandidat, kecurangan sebagian kandidat, dan sejenisnya.

Lalu, bagaimanakah sebuah proses perekrutan calon Abdi negara yang demikian???
Sebuah fakta, masih membanjirnya peserta CPNS yang masih optimis sambil mengharap keberuntungan nasib, masih semangat ’45 untuk mengikuti proses seleksi calon abdi negara tersebut.

Mudah-mudahan mereka yang optimis dan punya niat baik dengan cara-cara yang baik tetap diberikan keteguhan hati untuk mengikutinya….
Berjuanglah kawan-kawan yang masih berharap menjadi abdi negara. Tapi juga jangan kecewa kalau Anda tidak diterima, karena yang Kuasa akan memberikan yang terbaik untuk Anda. Jangan berburuk sangka kepada yang Maha Kuasa, karena itu akan menghilangkan sikap optimisme dan pandangan kedepan Anda. Tetap semangat untuk menuju sesuatu yang telah ditakdirkan untuk Anda.

Tapi jika Anda masih optimis dengan seleksi, nyatanya banyak juga kok yang ketrima jadi Abdi Negara dengan murni tanpa pungutan sepeserpun….