Osilator merupakan salah satu bagian yang banyak digunakan pada sebuah rangkaian elektronik. Osilator berfungsi sebagai penyedia “clock” system secara terpusat untuk mensinkronkan operasi system dan mengendalikan urutan operasi sebuah system sekunsial. Secara prinsip sebuah osilator bekerja dengan mengkonversi input DC yang berasal dari power supply menjadi output AC yang disebut sebagai sebuah gelombang. Setiap gelombang yang dihasilkan dapat memiliki frekuensi, jenis gelombang sesuai kebutuhan rangkaian.

Konsep Osilasi

Secara bahasa Osilasi memiliki arti sebagai gerakan/perubahan posisi ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah atau ke depan dan ke belakang atau secara fisika memiliki arti setiap peristiwa yg berubah secara berkala atau bolak-balik antara dua nilai.

Prinsip Kerja Osilator

Setiap osilator setidaknya memiliki satu perangkat aktif baik itu transistor atau komponen yang lain. Prinsip osilator ini dimulai dengan adanya noise/desah saat pertama kali power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali ke input penguat dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulang-ulang, maka sinyal noise akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang dipasang. Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi sebuah osilator. Frekuensi osilasi ditentukan oleh komponen eksternal, baik itu induktor, capasitor ataupun crystal. Nilai umpan balik yang digunakan untuk mempertahankan nilai osilasi juga ditentukan oleh komponen eksternal.

 

Macam Osilator

Macam-macam osilator harmonisa/ sinus :

  1. Osilator Amstrong
  2. Osilator Hartley
  3. Osilator Colpits
  4. Osilator Clapp
  5. Osilator pergeseran Fasa
  6. Osilator Kristal
  7. Osilator Jembatan Wien