Iklan

Posts from the ‘hidroponik’ Category

Cara menanam hidroponik untuk pemula


cara-menanam-hidroponik-untuk-pemula

Ilustrasi hidroponik. ©2017 info-hidroponik.com

Hidroponik menjadi cara menanam tanaman yang sedang naik daun. Cara ini digemari karena untuk menanam tumbuhan tidak lagi diperlukan tanah dan lahan yang luas. Dengan memakai cara menanam hidroponik, maka Anda tidak perlu lagi memusingkan diri akan menanam di mana, karena Anda bisa menanam di mana pun. Anda bisa menggunakan bahan bekas dan bisa menggantungkannya di tembok. Tidak hanya itu saja, media bertanam menggunakan air ini bisa mengasah kreativitas Anda untuk mengolah dan menciptakan media baru untuk bercocok tanam.

Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. Namun Anda juga harus memperhatikan aspek lain yaitu; ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi Anda yang pemula, hal yang harus Anda perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna. Hal ini karena dengan memakai cara hidroponik, maka nutrisi yang didapatkan hanya melalui air nutrisi saja.

Bagi Anda pemula yang masih bingung dengan cara bertanam hidroponik, langsung saja simak di bawah ini.

Cara menanam hidroponik

Ada beberapa cara untuk melakukan bertanam hidroponik

1. Cara menanam hidroponik menggunakan NFT (Nutrient Film Technique)

Cara ini merupakan cara paling populer yang digunakan oleh banyak orang dalam mengaplikasikan cara menanam hidroponik.

Cara menanam :

  1. Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa.
  2. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama.
  3. Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman.
  4. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.
  5. Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal
  6. Cara satu ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi.

2. Cara menanam hidroponik menggunakan WICK

Cara kedua menanam hidroponik ini juga tidak kalah terkenal dengan cara pertama. Cara ini disukai karena pembuatannya yang mudah serta bahan-bahan yang mudah didapatkan serta murah. Bahkan Anda bisa menggunakan barang bekas.

Anda hanya perlu menyiapkan :

  1. Botol air mineral 1
  2. Alat pemotong
  3. Sumbu kompor atau kain flanel
  4. Alat untuk melubangi bisa berupa solder atau paku
  5. Air nutrisi

Cara membuat :

  1. Potong botol bekas menjadi 2 bagian.
  2. Lubangi tutup botol.
  3. Gabungkan ke dua bagian botol. Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  4. Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.
  5. Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya.
  6. Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi

Dengan memakai ke dua cara menanam sayuran dan cara menanam tumbuhan dengan cara hidroponik, Anda bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan. Semoga bermanfaat. [mg2]

Sumber: Merdeka.com

Iklan

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau


Seperti yang kita ketahui bersama, menanam tanaman hidroponik tidaklah murah. Jika ada orang yang hobi menanam tanaman hidroponik, tentu mereka akan mengeluarkan dana berapa pun besarnya.

Namun, jika Anda ingin menanam tanaman hidroponik hanya untuk memenuhi kebutuhan sayur sehat sehari-hari, tentu Anda akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan banyak uang.

Terbaru-Cara-Menanam-Hidroponik-di-Rumah-dengan-Biaya-Investasi-yang-Terjangkau-02-Finansialku

Ada kabar baik bagi Anda yang ingin menanam tanaman hidroponik namun dengan budget yang relatif murah.

Tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Bahkan Anda dapat menggunakan bahan-bahan material yang bisa Anda temukan di rumah untuk menanam hidroponik.

 

Mengenal Hidroponik

Bagi Anda yang ingin menanam hidroponik, tentu Anda perlu mengenal terlebih dahulu apa itu tanaman hidroponik. Selain itu, kenali berbagai kelebihan dari bercocok tanam dengan cara hidroponik.

Secara sederhana, ditinjau dari asal katanya, budi daya hidroponik berarti suatu metode budi daya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Budi daya hidroponik memanfaatkan air/larutan mineral bernutrisi yang diperlukan oleh tanaman dan bahan lainnya sebagai pengganti media tanah.

Bahan-bahan pengganti media tanah diantaranya yang mengandung unsur hara, seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan genteng/batu bata, serbuk kayu, dan lain sebagainya.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 03 - Finansialku

Berikut ini beberapa kelebihan dari hasil tanaman hidroponik yang dapat membuat Anda berpikir lebih lanjut untuk menanam tanaman hidroponik.

 

#1 Lebih Hemat

Bertanam hidroponik terbukti hemat dibandingkan dengan menanam konvensional di atas tanah.

Hal ini dikarenakan tidak perlu menyiramkan air setiap hari. Larutan nutrisi atau media larutan mineral yang dipergunakan sudah tertampung di dalam wadah yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengontrolan saja.

 

#2 Memaksimalkan Lahan Terbatas

Bertanam hidroponik dapat memaksimalkan lahan terbatas karena tidak membutuhkan lahan yang banyak. Bahkan, media tanaman bisa dibuat secara bertingkat.

 

#3 Ramah Lingkungan

Bertanam hidroponik terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah.

Hidroponik hanya menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.

 

#4 Tidak Merusak Tanah

Tanaman hidroponik tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas.

 

#5 Hasil Bisa Dimakan Keseluruhan

Hasil tanaman hidroponik bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.

 

#6 Memeriksa Akar Tanaman

Bisa memeriksa akar tanaman dengan jelas secara periodik untuk mengontrol pertumbuhannya

 

#7 Pertumbuhan Lebih Cepat

Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terkontrol

 

#8 Tidak Bergantung Pada Musim

Untuk menanam hidroponik tidak perlu bergantung pada musim. Hal ini dikarenakan tanaman hidroponik dapat ditanam kapan saja sesuai dengan perencanaan kita.

 

#9 Menghemat Pemakaian Pupuk

Menanam hidroponik bisa mengurangi/menghemat pemakaian pupuk. Dengan adanya media berupa mineral, maka tidak perlu lagi pupuk yang berlebihan.

 

#10 Tidak Memerlukan Banyak Tenaga

Bertanam hidroponik tidak perlu banyak tenaga untuk mengerjakannya.

#11 Lingkungan Lebih Bersih

Lingkungan tempat bertanam hidroponik cenderung lebih bersih daripada bertanam di atas tanah.

 

#12 Sedikitnya Hama dan Penyakit Tanaman

Tanaman hidroponik jarang mempunyai masalah dengan hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, ulat dan cacing nematoda yang banyak terdapat dalam tanah.

 

#13 Lahan Lebih Fleksibel

Lahan tempat menanam hidroponik lebih fleksibel. Tanaman dapat ditanam di mana saja, seperti di dalam rumah atau di pekarangan yang sudah di-paving.

 

Jenis Sayuran dan Buah Hidroponik

Beberapa tanaman yang sering ditanam secara hidroponik, diantaranya adalah selada, bayam, cabai, tomat, bok choy, brokoli, sawi, kailan, kangkung, bawang, stoberi dan lain sebagainya.

Tanaman tersebut seringkali menjadi pilihan utama para pecinta buah dan sayur atau kaum vegetarian karena mereka sangat memperhatikan proses pembuatan makanan.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 04 - Finansialku

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Ada 2 cara macam teknik utama dalam bercocok tanam hidroponik, diantaranya:

 

#1 Dengan Larutan Nutrisi

Teknik ini tidak membutuhkan media tanam keras sebagai tempat pertumbuhan akarnya, tetapi cukup menggunakan media larutan nutrisi/air.

Contoh cara dalam teknik larutan yang umum dipakai adalah

 

Teknik Larutan Statis

Teknik larutan statis ini termasuk yang paling kuno yang telah dipraktikkan oleh para pendahulu. Statis disini artinya air atau larutan nutrisi tidak perlu kita alirkan.

Saat menggunakan teknik ini, tanaman perlu disemai pada media tertentu seperti ember plastik, baskon, bak semen atau tangki dan usahakan warnanya gelap dan tidak tembus cahaya.

Hal ini ditujukan untuk menghindari tumbuhnya lumut di dalam bak/wadah larutan tersebut.

Jika ember atau media tersebut berwarna bening, Anda dapat melapisi dengan plastik hitam atau aluminum foil yang tidak tembus cahaya.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 05 - Finansialku

Saat menaruh air/larutan nutrisi, usahakan agar ketinggian larutan serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di atas larutan. Hal ini bertujuan agar tanaman akan memperoleh cukup oksigen.

Anda juga dapat menggunakan gelembung oksigen pompa akuarium dalam larutan tersebut.

Gantilah air secara berkala, seperti seminggu sekali atau apabila larutan turun di bawah ketinggian tertentu, Anda dapat mengisi kembali dengan air atau larutan bernutrisi yang baru.

 

Teknik Larutan Alir

Teknik ini dilakukan dengan mengalirkan terus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman.

Teknik ini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan nutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk tanaman hidroponik skala besar.

Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara teknik menanam hidroponik larutan alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau sering disebut sebagai ‘teknik hidroponik NFT’.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 06 - Finansialku

 

Teknik hidroponik NFT menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut.

Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman.

Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.

 

#2 Dengan Media Pengganti

Teknik ini menggunakan media substitusi (pengganti) untuk menggantikan peran tanah sebagai tempat pertumbuhan akar tanaman. Dalam hal ini kita bisa memanfaatkan media sabut kelapa, akar/batang pakis, pasir, pecahan batu bata/genteng, serbuk kayu dan lainnya.

Jika Anda ingin menggunakan sistem bercocok tanam hidroponik dengan media pengganti, gunakan material berikut ini untuk menghemat biaya.

 

Manfaatkan Styrofoam

Gunakan styrofoam bekas sebagai wadah tempat nutrisi.

Lubangi styrofoam sebesar netpot yang akan Anda gunakan. Styrofoam bekas kotak buah biasanya dapat Anda peroleh dengan harga Rp3.000 – Rp5.000. Bahkan ada yang sengaja membuangnya, alias Anda bisa mendapatkannya secara gratis.

Namun demikian, kekurangan dari penggunaan styrofoam adalah bahan yang mudah rusak atau bocor dan mudah berlumut jika sering terkena air.

 

Gunakan Kain Flanel

Rockwool adalah salah satu material yang biasa dipakai untuk bercocok tanam hidroponik.

Namun sayangnya, material ini cukup sulit didapat di berbagai daerah kecuali Anda memesan melalui online shop. Selain itu, harganya yang relatif lebih mahal karena memang barang ini adalah barang impor.

Tidak tersedianya rockwool bukan berarti Anda mengurungkan niat Anda untuk menanam tanaman hidroponik bukan?

Kabar baiknya, Anda dapat mengganti rockwool dengan kain flanel. Gulung kain flanel lalu tanaman dijepit di bagian tengah gulungan.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 07 - Finansialku

 

Tidak perlu memesan via online shop dan membayar mahal, Anda bisa membeli kain flanel dengan harga sangat terjangkau di toko peralatan jahit.

Selain itu, Anda dapat menggunakan kain flanel tersebut berulang-ulang, tidak hanya sekali panen saja.

Jika Anda menggunakan kain flanel, Anda harus sering-sering mengecek keadaan air dari tanaman karena daya serap dari kain flanel yang tidak terlalu tinggi dibandingkan rockwool.

 

Manfaatkan Serabut Kelapa

Bahan serabut kelapa cenderung murah dan ada pula yang gratis. Daya serap dari serabut kepala sangatlah baik dibandingkan dengan kain flanel. Hal ini memungkinkan tanaman dalam keadaan yang lembab.

Kekurangan dari penggunaan serabut kelapa, adanya zat tanin dari serabut kelapa yang menghambat pertumbuhan akar tanaman.

Tetapi, Anda dapat mengantisipasi dengan cara mencuci serabut kepala terlebih dahulu dengan air bersih hingga air itu tidak berwarna merah lagi.

 

Ganti Netpot dengan Botol Bekas Air Mineral

Dengan kombinasi ini, Anda dapat menghemat biaya cukup besar.

Namun, kelemahan dari cara ini adalah botol bekas air mineral tidak bisa bertahan lama seperti netpot hidroponik karena bahan yang terlalu tipis.

Terbaru! Cara Menanam Hidroponik di Rumah dengan Biaya Investasi yang Terjangkau 08 - Finansialku

 

Gunakan Baki Nasi Sebagai Media Semai

Gunakan baki nasi dan juga kapas sebagai media tanamnya. Cara ini dapat Anda gunakan juga hingga tanaman memasuki masa panen.

Setelah benih tumbuh, taruhlah baki ini ke dalam bak yang ukurannya sedikit lebih besar dari baki tersebut yang sudah berisi air nutrisi hidroponik.

 

Menanam Hidroponik yang Hemat dan Sehat

Tertarik dengan budi daya tanaman hidroponik?

Selain biaya yang semakin hemat, Anda dan keluarga memiliki kebun lahan mini di rumah sendiri dengan adanya tanaman hidroponik yang menyediakan sayuran dan buah-buahan sehat untuk kebutuhan rumah.

Jika Anda sampai pada titik ini, Anda tentu akan semakin yakin untuk menanam tanaman hidroponik di rumah Anda.

Jika Anda merasa puas dengan pemaparan artikel di atas, Anda tentu ingin agar rekan Anda yang membutuhkan informasi ini juga mendapatkannya, bukan?

 

Anda membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda agar mereka mendapatkan manfaat dari membaca artikel tersebut. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Cara Membuat Tanaman Hidroponik di Rumah Untuk Pemula. Lintangsore.com – https://goo.gl/3tSLQc
  • Triyanto. 14 November 2016. 5 Cara Menghemat Biaya Operasional Dalam Budidaya Scara Hidroponik. kabartani.com – https://goo.gl/XGXYk1
  • Nabila M. 12 Januari 2017. Hemat dengan Menanam Cabai Hidroponik di Rumah. Liputan6.com – https://goo.gl/wFzkC4

 

Sumber Gambar:

Sumber: http://www.finansialku.com

Memberi Makan Dunia Masa Depan. Apakah Hidroponik Jawabannya?


Jumlah populasi dunia tambah tinggi, itu berarti makanan yang dibutuhkan juga bertambah. Di lain pihak perubahan iklim menyebabkan pertanian di banyak kawasan tambah sulit. Mungkin bertani tanpa tanah jadi solusinya.

DW eco@africa - hydroponic farm in China (picture-alliance/Photoshot)

Mengatasi kekurangan pangan dengan hidroponik

Tantangan menyediakan makanan bagi planet yang tahun 2050 penduduknya akan bertambah 3 milyar orang, artinya tekanan besar untuk mencari jalan cara memberi makan planet. Jadi pertanian harus lebih produktif dan areal lebih luas harus ditemukan, terlebih di daerah beriklim kering. Salah satu solusi: hidroponik.

DW eco@africa - Carlos Mendes, 53, checks the products at his daughter's green house where they develop their hydroponics project, in Marco de Canaveses (Getty Images/AFP/P. De Melo Moreira)

Menanam di air

Menanam di lahan sempit tapi hasilnya banyak. Itu bisa dipenuhi hidroponik. Walaupun kedengarannya seperti ide dari masa depan. Sebenarnya bangsa Aztec di Meksiko sudah membuat pertanian mengambang di sekitar kota Tenochtitlan. Hidroponick artinya membesarkan tanaman tanpa tanah, dan hanya menggunakan campuran kaya nutrisi, mineral dan air.

DW eco@africa - red and blue led lights provide light for photosynthesis to grow an assortment of greens in a farm for the Great Northern Food Hall in Grand Central Terminal in New York (picture-alliance/Photoshot)

Memberikan dorongan tumbuh

Dengan hidroponik, tanaman tidak ditanam di tanah, melainkan ditempatkan pada penopang. Nutrisi diberikan ke akar-akar yang menggantung, dengan menggunakan sejumlah metode, termasuk menyemprot. Ditambah cahaya artifisial, pemanas dan peralatan lain, campuran nutrisi membantu tanaman tumbuh lebih cepat, memberi hasil yang lebih banyak, sepanjang tahun.

DW eco@africa - Salad is presented on a floating platform at the booth of Dry Hydroponics during the opening day of the Fruit Logistica trade fair in Berlin (Getty Images/AFP/T. Schwarz)

Hirodroponic efisien

Hidroponik bisa mengolah kembali air. Artinya, air yang digunakan hanya 10% dari air yang digunakan pertanian konvensional. Itu membuatnya jadi opsi ideal untuk kawasan yang kering. Karena sistemnya tertutup, nutrisi tidak menyebar ke tempat lain, melainkan diserap tanaman. Oleh sebab itu pupuk yang dibutuhkan hanya seperempat dari pertanian konvensional.

DW eco@africa - hydroponics on a roof garden in China (picture-alliance/dpa/ Photoshot)

Menanam vertikal

Jika menanam secara datar bukan opsi karena lahan sempit, menanam ke atas juga bisa. Baki pembiakan hidroponik bisa ditumpuk satu di atas lainnya. Oleh sebab itu lebih efisien dari segi lahan, daripada ditanam di tanah. Dengan demikian, pertanian hidroponik bisa diadakan di pencakar langit.

DW eco@africa - a hydroponic farm (Imago/View Stock)

Sisi negatif hidroponik

Pertanian hidropohik bisa rumit, butuh tenaga intensif dan mahal. Tanaman butuh nutrisi esensial dalam jumlah besar, dan pertanian perlu peralatan dalam jumlah besar. Panas dan cahaya diberikan secara bebas dari matahari pada pertanian konvensional. Untuk hidroponik bentuknya artifisial dan mahal. Jika aliran energi terputus, tanaman mungkin rusak sepenuhnya jika terlalu lama tanpa air dan cahaya.

DW eco@africa - A man works in a hydroponic tomatoes farm (Getty Images/AFP/S. Kambou)

Hidroponik sedang naik daun

Hidroponik secara teoretis bisa digunakan untuk semua tanaman, walaupun dari segi teknik paling baik untuk tanaman mentimun, selada hijau, tomat, lada dan berbagai rempah-rempah. Sejauh ini hidroponik belum banyak digunakan. Tapi tren mulai berubah. Pertanian hidroponik global diperkirakan bernilai $21.2 milyar 2016. Diperkirakan akan bertambah 7% setiap tahunnya. Penulis: Melanie Hall (ml/ap)

 

sumber: dw.com

Menanam Tanaman Hidroponik


Pengertian hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, budidaya tanaman ini lebih mengutamakan media air yang telah di campur dengan nutrisi. Jenis metode yang di gunakan sangatlah beragam antara lain metode NFT, sistem drip, Walter culture dan sebagainya.

Mengetahui teknik menanam tanaman hidroponik dan mempelajari bagaimana cara untuk mempraktekannya. Saat ini luas lahan pertanian semakin menipis seiring meningkatnya lahan pemukiman. Jika hal ini di biarkan saja tentu akan sangat mengkhawatirkan pasokan bahan makanan yang di dapat dari pertanian.

Selain dengan meminimalisir pertambahan lahan pemukiman, untuk menghindari kekurangan bahan makanan anda juga memerlukan teknik baru dalam dunia pertanian.

Saat ini, muncul sebuah teknik penanaman tumbuhan yang dapat di lakukan di luar tanah, yaitu teknik hidroponik. Hidroponik sendiri sebenarnya adalah budidaya tanaman dengan penanaman di dalam air (memanfaatkan air), dan memprioritaskan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tumbuhan.

Contoh tanaman hidroponik sayuran

Meskipun di tanam di dalam air, namun tumbuhan yang dibudidayakan dengan teknik ini membutuhkan lebih sedikit air, sehingga penamaan hidroponik ini sangat cocok di coba pada daerah yang memiliki pasokan air minim.

Kata Hidroponik sendiri di ambil dari bahasa Yunani yaitu Hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya. Sehingga ketika dua kata tersebut di satukan akan membentuk pengertian budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah menjadi media tanam (soiless).

Teknik penanaman sistem hidroponik ini sudah mulai di teliti sejak puluhan tahun lalu, atau kurang lebih sejak tahun 1672.  Hal ini di buktikan dengan adanya buku yang menuliskan tentang teknik penanaman hidroponik, yaitu buku karya Francis Bacom.

Sejak saat itulah penelitian tentang teknik hidroponik ini semakin di kembangkan dan akhirnya membuahkan hasil seperti saat ini.

Tanaman yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik

Dalam penelitian tersebut tentu tak lepas dari penelitian tentang tanaman apa saja yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Bahkan bisa di bilang aspek ini bisa di bilang merupakan salah satu aspek terpenting dalam penelitian.

Lalu apa sajakah tanaman yang bisa dibudidayakan dengan teknik hidroponik? Berikut ini penjelasannya :

  • Selada

tanaman-selada-hidrotonik

Tanaman yang sering kali di santap dalam keadaan mentah atau di sebut dengan lalapan ini merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik.

Selada ini merupakan salah satu tanaman yang paling subuh ketika dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik.

Selain itu, keuntungan lain dari menanam selada dengan teknik hidroponik adalah perawatannya yang tidak ribet. Selada juga akan tumbuh dalam waktu yang cukup cepat, yaitu hanya dalam 2 minggu bibit selada yang telah di semai sudah bisa mengeluarkan 2 lembar daun.

  • Timun

tanaman-timun-hidroponik

Tanaman dengan rasa yang segar ini juga termasuk tanaman yang hasilnya memuaskan ketika dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Akan tetapi untuk menanam timun secara hidroponik anda harus memperhatikan perawatannya dengan baik.

Pasalnya untuk bisa tumbuh baik hidroponik timun harus memerlukan cahaya yang cukup. Selain itu, ketika tanaman timun sudah mulai tumbuh besar anda juga harus menyediakan lahan yang cukup luas agar buah timun nantinya tidak rusak.

  • Sayuran berdaun hijau

sayuran-hujau-hidroponik

Selain selada, sayuran berdaun hijau lainnya seperti bayam, kangkung, dan sawi juga bisa di tanaman secara hidroponik. Tak kalah dengan selada, sayuran ini juga akan tumbuh baik ketika di tanam secara hidroponik.

Tips yang harus anda perhatikan untuk menanam sayuran hijau secara hidroponik yaitu jangan sampai membiarkan sayuran tersebut tumbuh terlalu besar. Sebab hal ini bisa menghambat sirkulasi udara yang berakibat sayuran menjadi layu bahkan mati.

  • Buah-buahan

buah-buahan-hidrotonik

Tak hanya sayuran, buah-buahan seperti hidroponik tomat, melon, dan cabe juga dapat dibudidayakan secara hidroponik. Agar buah-buahan tersebut tumbuh dengan baik, hal yang harus anda perhatikan yaitu nutrisi air serta asupan cahaya.

Sedangkan untuk tanaman berukuran besar seperti melon, jangan lupa untuk menyediakan lahan yang cukup luas.

Dan masih banyak lagi jenis tanaman yang dapat di tanam dengan metode hidroponik, nanti akan di bahas satu per satu di situs sistemhidroponik.com

Media yang digunakan dalam menanam tanaman hidroponik

Selain mengetahui tanaman apa saja yang dapat dibudidayakan secara hidroponik, tentu anda juga harus mengetahui media apa saja yang harus di siapkan untuk menanam tanaman hidroponik.

Untuk menanam tanaman hidroponik anda tidak memerlukan unsur hara, namun yang anda perlukan antara inert yang akan berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Media tersebut antara lain adalah :

  • Arang sekam

arang-sekam-hidroponik

Media menanam tanaman hidroponik yang satu ini bisa di bilang sebagai media utama. Pasalnya, media yang terbuat dari ampas padi ini atau di sebut dengan media arang sekam mampu memberikan hasil yang terbaik untuk tanaman sayur-sayuran. Tidak hanya itu, arang sekam juga baik untuk pembibitan pohon.

  • Spons

spons-untuk-hidroponik

Jika anda biasanya menggunakan benda yang satu ini untuk mencuci piring, saat ini spons bisa anda gunakan untuk media menanam tanaman hidroponik.

Kegunaan spons untuk tanaman hidroponik di buktikan dengan tumbuhnya lumut bahakn rumput saat spons di diamkan di luar ruangan dan mendapat air serta cahaya yang cukup. Spon juga dapat di gunakan untuk pembibitan tanaman hidroponik

  • Expanded clay

lahan-liat-hidroponik

Expanded clay yaitu semacam lahan liat yang di dalamnya sudah terkandung mineral. Penggunaan media ini sangat baik untuk proses penyemaian atau tanaman muda.

  • Rock wool

media-tanam-hidroponik

Media berikutnya merupakan media non-organik yang cara pembuatannya dengan meniupkan udara/uap pada batuan leleh. Dimana hasilnya adalah semacam fiber yang berongga.

  • Coir

serabut-kelapa-untuk-hidroponik

Coir atau yang lebih akrab di sebut serabut kelapa ini  merupakan media yang baik untuk proses pembibitan atau penyemaian.

Macam-macam pupuk yang di gunakan untuk menanam tanaman hidroponik

Sama seperti teknik menanam dengan media tanah, teknik menanam secara hidroponik juga membutuhkan pupuk untuk menutrisi tanaman. Namun jenis pupuk yang di gunakan antara teknik penanaman biasa dan hidroponik tentu saja berbeda.

Apa sajakah macam-macam pupuk yang dapat di gunakan untuk menanam tanaman secara hidroponik? Berikut ulasannya untuk anda :

  • Lewatit HD-5

Pupuk yang memiliki bentuk menyerupai gula pasir namun berwarna merah ini memiliki berbagai nutrisi yang baik untuk tumbuhan. Dalam 1 liter Lewatit saja mengandung 15 g N (dalam bentuk nitrat), 3 g N (dalam bentuk ammonium), 7 g P2O5 dan 15 g K2O.

Selain itu. Lewatit juga mengandung unsur mikro yaitu Fe, Cu, Mn, Bo dan Mo.- Meskipun di gunakan pada media taman air, namun Lewatit tidak larut dalam air, justru nutrisi pupuk hanya akan di tukar dengan ion dari garam yang sudah larut dalam air.

Lewatit ini sangat baik jika di gunakan pada tanaman hias. Cara pemberian pupuknya pun cukup mudah, anda hanya perlu menaburkan pada media penanaman hidroponik sejak tanaman masih berumur 2 minggu, setelah itu siram menggunakan air agar butiran pupuk turun ke bawah.

  • Margaflor

Berbeda dengan Lewatit, Margaflor yaitu pupuk hidroponik yang berbentuk cair. Nutrisi yang terkandung dalam Margaflor sendiri tidak kalah lengkap dan baiknya, antara lain mengandung unsur mikro yaitu N 11,28 %, P2O5 5,7 %, K2O 7,84 % dan S 3,37 % serta unsur-unsur mikro : Fe, Cu, Mn, Mg, Zn, Mo, Ce, B dan Co.

Anda bisa menyiramkan pupuk ini setiap 1-2 minggu sekali pada tanaman hias, yaitu sejak tanaman berumur 3 minggu setelah di pindahkan ke media hidroponik. Sedangkan untuk sayuran, pupuk ini bisa di gunakan sejak tanaman berumur 2 minggu.

Baca juga info tentang dasar dari sistem tanam hidroponik

Semoga info tentang teknik menanam hidroponik di atas bermanfaat bagi anda. Silahkan simpan atau bookmark situs ini untuk mendapatkan informasi mengenai tanaman hidroponik.

Video contoh tanaman hidroponik jenis sayuran

sumber: http://www.sistemhidroponik.com

Bertanam Cabe Hidroponik


Literatur Review

Pada posting ini saya mencoba melakukan pengumpulan referensi yang dapat dipelajari terkait dengan menanam cabe secara hidroponik.

Budidaya Tanaman Hidroponik Cabe memiliki beberapa keuntungan utama dibandingkan dengan budidaya tanaman cabe secara konvensional, antara lain  :

  • Tidak memerlukan tanah yang subur, karena teknik budidaya tanaman secara hidroponik hanya menggunakan air sebagai media tumbuh tanaman. Sehingga kita tidak memerlukan lahan yang selalu subur untuk dapat berbudidaya tanaman cabe.
  • Pertumbuhan tanaman lebih optimal, tanaman hidroponik cabe dapat tumbuh lebih optimal dibandingkan tanaman cabe konvensional. Hal ini dikarenakan nutrisi yang tersedia didalam air, dapat diserap secara maksimal oleh tanaman. Sehingga pertumbuhan lebih cepat dan optimal.
  • Hama tanaman lebih mudah dikontrol. Teknik hidroponik akan memudahkan petani untuk melakukan kontrol terhadap serangan hama, hal ini dikarenakan lingkungan tumbuh yang bersih sehingga meminimalisir pertumbuhan hama atau penyakit yang dapat merugikan tanaman.
  • Masa panen tanaman yang lebih panjang dan optimal. Tanaman hidroponik cabe mampu menghasilkan panen sepanjang bulan, setelah melewati masa vegetatif selama 3 bulan. Pada masa generatif, tanaman cabe hidroponik akan mampu terus memberikan hasil panen ketika nutrisi yang diperlukan tanaman tersedia dengan baik. Sehingga hasil panen akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman cabe konvensional.
Disamping beberapa keutamanan tanaman hidroponik cabe tersebut, budidaya secara hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan, yakni nilai investasi pertama yang cukup mahal, Karena harus membeli beberapa peralatan dan nutrisi.
Sistem hidroponik yang paling sesuai digunakan dalam tanaman hidroponik cabe adalah sistem Dutch Bucket. Dengan sistem ini, tanaman cabe akan mampu tumbuh dengan maksimal karena memiliki ruang tumbuh akar yang cukup luas. Dengan space tersebut, akar dapat bekerja dengan maksimal dapat menyerap dan menyalurkan nutrisi, sehingga hasil panennya pun akan maksimal.
tanaman-hidroponik-cabe
Langkah-langkah persiapan penanaman adalah sebagai berikut.

Pemilihan Benih Cabe

Rendam benih cabai  dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang tenggelam pada umumnya lebih
baik untuk ditanam dibanding yang tidak tenggelam.

Penyemaian Benih Cabe

1. Pembuatan Media Semai

Campur tanah bagian atas (/top soil/ atau berhumus) dengan pupuk kompos
atau pupuk kandang dan arang sekam dengan komposisi perbandingan 1:1:1.
Masukkan media semai ke dalam polybag
mini (ukuran 8 x 9 cm). Anda juga dapat menggunakan baki (/seedling
tray/) .

2. Penanaman Biji

Tanam setiap biji cabe ke dalam polybag mini (satu cabai dalam 1
polybag). Buat lubang sedalam 0,5 cm di tengah media semai. Media semai
dibasahi sedikit untuk menjaga kelembaban.

3. Perawatan Bibit

Bibit disiram setiap pagi dan sore hari menggunakan semprotan halus agar
tidak merusak bibit dan media semai. . Tips penyiraman: Tutup permukaan
polybag dengan kertas koran kemudian siram kertas koran hingga basah.
Kertas koran dibuka setelah biji tumbuh yaitu sekitar 3 hari.

Bibit cabe siap dipindahkan ke media tanam hidroponik kultur polybag
setelah 21-24 hari atau setelah bibit cabe memiliki 4-5 helai daun.
Bibit harus dirawat dan dijaga dari gulma. Jika ada gulma segera lakukan
penyiangan.

2. Metode Hidroponik dengan Kultur Polybag

A. Penyiapan Lahan dan Peralatan Hidroponik

Siapkan tempat untuk kegiatan bercocok tanam hidroponik. Kemudian pasang
peralatan hidroponik seperti bak/wadah nutrisi, selang pompa utama/pipa,
dan selang-selang plastik. Jumlah selang plastik disesuaikan dengan
jumlah polybag yang akan Anda gunakan. Setiap polybag dipasang 1 selang
plastik. Selang-selang plastik dihubungkan pada selang pompa utama bak
nutrisi.

Metode Hidroponik dengan Kultur Polybag

B. Penyiapan Wadah dan Media Tanam

Polybag ukuran 40 cm disarankan untuk digunakan untuk penanaman cabe
(minimal ukuran polybag di atas 30 cm). Media tanam yang disarankan
untuk cabe adalah campuran antara arang sekam dan pasir dengan
perbandingan 2:1. Campuran arang sekam dan pasir dapat menahan larutan
nutrisi dengan baik dan campuran keduanya memiliki aerasi yang baik.
Masukkan media tanam ke dalam polybag dan beri lubang di tengah-tengah
media dengan kedalaman 5-7 cm. Anda juga bisa menggunakan rockwool
sebagai media tanam, namun harga media ini relatif mahal.

C. Pemindahan dan Penanaman Bibit

Lakukan pemindahan bibit secara hati-hati jangan sampai merusak akar
tanaman. Robek polybag mini tempat penyemaian, pindahkan bibit dan media
semai seluruhnya ke dalam lubang media hidroponik di polybag besar.
Pemindahan bibit disarankan pada saat sore hari saat matahari tidak
terlalu menyengat. Bibit akan tampak layu setelah 2-3 hari pemindahan
namun akan segar kembali asalkan perakaran masih baik (tidak ada akar
yang terluka).

D. Pemberian Larutan Nutrisi

Susun polybag secara teratur. Letakkan selang-selang plastik pengalir
nutrisi pada masing-masing polybag. Larutan nutrisi harus mencukupi
kebutuhan nutrisi tanaman. Unsur makro seperti N, P , K, Ca, dan Mg
harus dipenuhi. Anda dapat menggunakan pupuk AB mix, atau pupuk hidroponik
lainnya (anorganik maupun organik). Campur pupuk dengan air di bak
nutrisi, lalu alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag yang
berisi bibit tanaman cabe.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman yang utama meliputi penyiraman, pengajiran, dan
pemangkasan. Penyiraman tanaman cabe dengan larutan nutrisi dilakukan
sebanyak 5-8 kali sehari. Anda disarankan menggunakan timer pada selang
pompa utama agar tidak memerlukan tenaga ekstra.

Larutan nutrisi yang diberikan sebaiknya dilakukan dengan cara irigasi
tetes atau fertigasi. Larutan nutrisi yang diberikan jangan dalam jumlah
banyak sekaligus, namun sedikit-demi sedikit asal cukup membasahi media
tanam di polybag.

Pemeliharaan Cabai Hidroponik

Pengajiran dilakukan pada tanaman yang kurang lebih berumur 1 minggu
atau memiliki tinggi kurang lebih 20 cm dengan menggunakan tongkat
bambu. Ajir berfungsi sebagai media penopang tanaman agar dapat tumbuh
tegak. Ajir diletakkan di media tanam dengan jarak kurang lebih 4 cm
dari pangkal batang. Pemangkasan tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak
daun mencegah tanaman tidak tumbuh ke sampingketika batang belum terlalu
kuat menopang. Lakukan pemangkasan pada hari ke-20 setelah tanam.

Demikian tahap-tahap utama dalam penanaman cabe dalam polybag dengan
metode hidroponik. Saat melakukan penanaman, perhatikan kondisi optimal
tanaman cabe. Tanaman cabe menyukai suhu 24-28oC, kelembaban 80%, kadar
pH 6-7, curah hujan 800-2.000 mm per tahun, dan intensitas cahaya
matahari sekitar 70%. Perawatan teratur akan membuat tanaman tumbuh
subur. Jika timbul hama dan gulma segera lakukan penyemprotan pestisida
(disarankan yang alami) dan penyiangan.

Sumber:

PENGARUH KONTROL NUTRISI PADA PERTUMBUHAN KANGKUNG DENGAN METODE HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)


 Abstrak

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tiga unsur utama dalam tanaman hidroponik yaitu, Air, cahaya dan juga nutrisi. Selain air tanaman hidroponik juga menggunakan media-media tanam seperti, serabut kelapa, batu bata, arang sekam, pasir, rockwool,busa, dsb. Sistem hidroponik dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang lebih terkontrol. Dengan pengembangan teknologi, kombinasi sistem hidroponik dengan membran mampu mendayagunakan air, nutrisi secara nyata lebih efisien (minimalis system) dibandingkan dengan kultur tanah (terutama untuk tanaman berumur pendek). Kangkung merupakan sejenis sayuran daun yang dapat berumur panjang dan dapat tumbuh dengan cepat. Kangkung mempunyai daun panjang dengan ujung agak tumpul berwarna hijau, bunganya berwarna putih ke kuning-kuningan atau kemerah-merahan biasa ditanam di rawa-rawa, pinggir kolam atau tanah berlumpur. Sebagai pembanding dibuat juga sistem hidroponik NFT kontrol dan tanpa kontrol nutrisi, untuk mengetahui perbandingan anatara keduanya. Pada sistem hidroponik dengan kontrol nutrisi, nutrisi di 1100 ppm dengan tinggi rata-rata tanaman 53,08 cm, panjang akar rata-rata 24,7 cm, warna daun rata-rata 3, panjang daun rata-rata 17,6 cm. Untuk sistem hidroponik tanpa kontrol nutrisi memiliki ppm di 1178, tinggi rata-rata tanaman 41,6 cm, panjang akar rata-rata 22,9 cm, warna daun rata-rata 2,8, panjang daun rata-rata 16,1 cm.

sumber: urbanina.com

Pendahuluan

Kangkung merupakan sejenis sayuran daun yang dapat berumur panjang dan dapat tumbuh dengan cepat. Produksi kangkung di Indonesia cukup tinggi di tahun 2003-2006 rata-rata produksi meningkat sekitar 12,97% tetapi pada saat 2007 mengalami penurunan peningkatan produksi hal ini kemungkinan disebabkan varietas tanaman yang tidak cocok, kultur teknis yang kurang baik atau pengendalian hama/penyakit yang kurang efektif [1]. Salah satu daerah penghasil kangkung adalah Bogor. Peningkatan produksi kangkung di Bogor mencapai 56,66% ini disebabkan iklim cuaca di Bogor cocok dengan budidaya tanaman kangkung.

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tiga unsur utama dalam tanaman hidroponik yaitu, Air, cahaya dan juga nutrisi. Penggunaan sistem hidroponik tidak mengenal musim dan tidak memerlukan lahan yang luas dibandingkan dengan kultur tanah untuk menghasilkan satuan produktivitas yang sama.
Pada penelitian ini penulis melakukan kontrol nutrisi pada ppm yang paling bagus dan melihat hasil dari kontrol nutrisi yang dilakukan terhadap hasil pertumbuhan tanaman.

Dasar Teori

Hidroponik

Hidroponik adalah teknologi modern dalam penanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari dalam tanah. Secara umum hidroponik berarti penanaman dalam air yang mengandung campuran hara yang berasal dari nutrisi. Tanaman hidroponik hanya membutuhkan air yang ditambahkan dengan nutrisi sebagai sumber makanan untuk tanaman hidroponik tersebut.


NFT (Nutrient Film Technique)

NFT (Nutrient Film Technique) adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi, sehingga tanaman dapat memperoleh air, nutrisi dan oksigen.  Air yang berisi larutan nutrisi akan bersirkulasi terus menerus selama 24 jam dibantu dengan pompa.Kebutuhan dasar yang harus terpenuhi dalam sistem NFT (Nutrient Film Technique) adalah talang, tangki penampung dan pompa. Pompa berfungsi untuk mengalirkan nutrisi dari tangki penampung ke talang dengan bantuang selang atau pipa. Sirkulasi air pada sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) dapat dilihat pada gambar 2.1. larutan nutrisi yang berada di bak penampung air bersirkulasi melalui pompa air yaitu dari bak penampung air menuju talang kemudian kembali lagi pada bak penampungan air.

Pengelolaan Nutrisi

Nutrisi merupakan sumber makanan untuk tanaman dalam sistem hidroponik berupa cairan, nutrisi juga penting untuk pertumbuhan selain itu untuk mendapatkan kualitas hasil yang bagus untuk tanaman hidroponik sehingga harus tepat komposisinya. Tanaman membutuhkan 16 unsur hara/nutrisi untuk pertumbuhan yang berasal dari udara, air, pupuk. Unsur-unsur yang paling dasar yaitu, C(Carbon), H(Hydrogen), O(Oxygen), Nutrisi makro akan diserap oleh tanaman dalam jumlah banyak, dan lebih dikenal dengan makanan tumbuhan yaitu N(Nitrogen), P(fosfor), K (Kalium) ketiganya sering digunakan untuk setiap tanaman. Nitrogen berperan sebagai pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif seperti daun, batang, akar dan juga dapat meningkatkan kadar protein dan klorofil pada tanaman, jika suatu tanaman kekurangan nitrogen maka proses pertumbuhan akan lambat dan terlihat daun tanaman yang berwarna kuning, Fosfor berperan sebagai pembentukan bunga,buah dan biji dan juga dapat memperkuat batang, jika kekurangan Fosfor maka memperlambat kematangan biji dan buah, dan Kalium berperan sebagai mendukung proses fotosintesis tanaman serta memperkuat batang dan akan agar tidak mudah roboh atau terserang penyakit, Kekurangan Kalium tanaman rentan terhadap penyakit dan membuat tanaman busuk. Nutrisi Mikro akan diserap oleh tanaman dalam jumlah sedikit yaitu Mg (Magnesium), Ca (Kalsium), S (Sulfur), B (Boron), Cu (Tembaga), Zn (Zinc), Fe (Besi), Mo(Molibdenum), Mn (Mangan), Co(Cobalt). Keberhasilan sistem budaya hidroponik tergantung pada nutrisi yang diberikan agar tidak menyebabkan serapan yang berlebihan.

Kangkung

Kangkung merupakan tanaman yang tumbuh dengan cepat dan memberikan hasil dalam waktu 25-30 hari sesudah dilakukan penyamain. Tanaman kangkung biasa tumbuh sepanjang tahun bisa ditemukan di dataran tinggi ataupun dataran rendah khusunya kawasan yang berair dengan suhu 20-30°C.

Sistem Sensor ppm

Sistem pengukuran konsentrasi nutrisi dilakukan menggunakan sensor EC (Electrical Conductivity) yang berfungsi sebagai menghitung jumlah larutan nutrisi dan akan dipasang pada bak pencampuran nutrisi. Nutrisi A dan nutrisi B akan dipisah dalam sebuah wadah yang masing-masing akan dikontrol oleh mikrokontroller supaya nutrisi dalam bak terjaga. Jika ketersediaan nutrisi di bak pencampuran terjadi kekurangan nutrisi A atau nutrisi B maka sistem akan berjalan sesuai kekurangan jumlah nutrisi di bak pencampuran. Adapun persamaan 2.1
untuk menghitung jumlah ppm.
Pada ppm, Konsentrasi dinyatakan sebagai jumlah zat terlarut dalam 1.000.000 bagian larutan. Satuan yang dipakai berat per berat dengan satuan berat yang sama misalnya gram per gram atau mg per mg dan seterusnya.

Dilakukan pengamatan selama proses tanam 30 hari.  Pengamatan dilakukan pada keduahidroponik, yaitu hidroponik kontrol ketersediaan nutrisi dan tanpa kontrol nutrisi. Pada hidroponik tanpa kontrol dilakukan monitoring ppm setiap hari dan dilakukan penambahan air dan nutrisi secara manual. Sedangkan untuk hidroponik kontrol dilakukan pengamatan setiap hari juga. Gambar 4.10 dan gambar 4.11 menunjukan perbandingan ppm selama 30 hari.
Adapun hasil pengamatannya ditampilkan pada gambar 4.10, nilai ppm yang terbaca tanpa kontrol menggunakan TDS meter di sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) yang di dapat sekitar lebih dari 1100 dan yang paling besar di 1176 ppm yang dialirkan pada sistem hidroponik karena pemberian nutrisi yang tidak dikontrol ketersediaannya. Sedangkan nilai nutrisi yang dikontrol 1100 ppm cenderung berada di range
mendekati 1100 ppm sesuai dengan yang diharapkan. kedua tanaman pun sama di 1100 ppm dengan perbandingan kontrol nutrisi dan tanpa kontrol nutrisi.

Respon Pertumbuhan Tinggi Batang Kangkung
Pada bagian ini dilihat respon pertumbuhan 16 tanaman kangkung selama 30 hari. Pengambilan data diambil secara manual menggunakan penggaris untuk mengukur ketinggian batang dari mulai penyemaian 10 hari sampai penanaman 30 hari yang ditanam dengan sistem hidroponik NFT.
Dari data Grafik Gambar 4.13 terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan tinggi batang yang dikontrol dengan nutrisi 1100 ppm. Pada awal pertumbuhan masih 0 karena masa penyemaian dari benih kangkung. Pada awal pertumbuhan setelah penyemaian rata-rata tinggi batang kangkung yang terkontrol nutrisi yaitu 1,85 cm dan rata-rata pertumbuhan kangkung yang tanpa kontrol nutrisi yaitu 1,80 cm pertumbuhannya mendekati sama karena sebelumnya masih masa penyemaian dengan perlakuan yang sama. Pertumbuhan di akhir kangkung dengan kontrol nutrisi 1100 ppm mempunyai rata-rata tinggi sekitar 53,08, sedangkan pertumbuhan kangkung tanpa kontrol nutrisi rata-rata tinggi batangnya yaitu 41,6 berbeda jauh mempunyai selisih sekitar 11,4, kangkung dengan kontrol nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan kangkung yang tanpa kontrol nutrisi terlihat dari gambar 4.13.

Respon Pertumbuhan Panjang Akar

Pada hasil pertumbuhan panjang akar daun diambil 3 hari sekali menggunakan penggaris untuk mengukur panjang daun. Pengambilan data selama 10 hari penyemaian dan 30 hari masa tanam.

Dari data grafik gambar 4.15 terlihat bahwa rata – rata pertumbuhan panjang akar kangkung yang dikontrol pada 1100 ppm lebih panjang pada awal pertumbuhan yaitu 0,97 cm walaupun tidak berbeda jauh dengan yang tidak dikontrol 0,96 karena masih masa penyemaian kangkung dengan selisih awal pertumbuhan panjang akar kangkung adalah 0,01 cm Pertumbuhan panjang akar kangkung pada akhir pertumbuhan berbeda, rata – rata pertumbuhan akar kangkung dengan control 1100 ppm 24,7 cm dan rata – rata panjang akar kangkung tanpa kontrol adalah 22,9 cm dengan selisih akhir pertumbuhan panjang akar kangkung adalah 1,8 cm. Terlihat pada gambar 4.14 rata – rata pertumbuhan akar kangkung dengan kontrol 1100 ppm lebih panjang dibanding dengan pertumbuhan panjang akar kangkung tanpa kontrol. Akar pada kangkung tanpa kontrol lebih pendek dan ada yang tebal akarnya sehingga air yang mengalir pada sistem hidroponik NFT terhambat dan keluar dari pipa. Kebocoran ini yang menyebabkan air pada bak nutrisi habis dan tanaman bisa kekurangan air.

Respon Pertumbuhan Panjang Daun

Pengukuran panjang daun dilakukan dengan menggunakan penggaris selama masa pertumbuhan dari mulai 10 hari penyemaian dan 30 hari masa tanam di sistem hidroponik NFT.

Dari data Grafik Gambar 4.17 terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan panjang daun yang dikontrol dengan nutrisi 1100 ppm. Pada awal pertumbuhan masih 0 karena masa penyemaian dari benih kangkung. Pada awal pertumbuhan setelah penyemaian rata-rata panjang daun kangkung yang terkontrol nutrisi yaitu 1,68 cm dan rata-rata pertumbuhan panjang daun kangkung yang tanpa kontrol nutrisi yaitu 1,25 cm pertumbuhannya mempunyai selisih 0,43 karena sebelumnya masih masa penyemaian dengan perlakuan yang sama. Pertumbuhan di akhir panjang dau kangkung dengan kontrol nutrisi 1100 ppm mempunyai rata-rata panjang sekitar 17,6, sedangkan pertumbuhan panjang daun kangkung tanpa kontrol nutrisi rata-rata panjang daunnya yaitu 16,1 mempunyai selisih sekitar 1,5, kangkung dengan kontrol nutrisi lebih panjang daunnya dibandingkan dengan kangkung yang tanpa kontrol nutrisi terlihat dari gambar 4.17.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh kesimpuan sebagai berikut:

  1. Sistem Pengairan yang dibangun untuk mendistribusikan larutan nutrisi pada sistem hidroponik NFT tidak terjadi pengendapan nutrisi.
  2. Kontrol nutrisi yang dipilih yaitu 1100 dalam penelitian ini menunjukan nutrisi di 1100 ppm unggul pertumbuhannya dalam segi tinggi batang, panjang akar,panjang daun, dan warna daun.
  3. Hasil dari perbandingan nutrisi tanpa kontrol dan dengan kontrol nutrisi menunjukan bahawa dengan kontrol nutrisi pertumbuhan kangkung pada sistem hidroponik ini berhasil dan bisa memberikan nutrisi secara otomatis dengan berada tidak jauh dari 1100 ppm dan menghasilkan pertumbuhan kangkung
    yang unggul dibandingkan dengan pertumbuhan kangkung yang tanpa kontrol.

 

 

Sumber:

PENGARUH KONTROL NUTRISI PADA PERTUMBUHAN KANGKUNG DENGAN METODE HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)

Siti Nurdianti Sholihat, M.Ramdlan Kirom S.Si.,M.Si, Dr.Eng Indra Wahyudhin Fathonah S.Si.,M.Si

Perlunya Pengaturan Nutrisi dalam Sistem Hidroponik


  • Dalam praktik, teknik mengatur larutan nutrisi adalah berdasarkan pengaturan dua variabel. Tingkat keasaman (pH) dan Electric Condutivity (EC).
  • Pengaturan pH dan EC secara berlanjut dalam sistem hidroponik tertutup akan menyebabkan akumulasi beberapa elemen mineral dalam larutan nutrisi. Sehingga sebagai konsekuensinya, larutan nutrisi akan mencapai titik dimana larutan tidak dapat lagi di sesuaikan dan harus diganti dengan yang baru.
  • Dengan meningkatkan waktu penggunaan larutan nutrisi dalam sebuah sistem hidroponik tertutup maka akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi yang besar pada penghematan penggunaan air dan pupuk. Hal ini hanya dapat dicapai dengan pencapaian pemberian pupuk yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Dalam sebuah penelitian ingin mengetahui bagaimana teknik untuk mensimulasikan kebutuhan setiap elemen dalam larutan nutrisi dibutuhkan oleh sebuah tanaman. Penelitian dilakukan dalam sebuah sistem hidroponik sistem tertutup seperti berikut:

Pada penelitian ini masing-masing konsentrasi NO2, P2O5, K, Ca, Mg dan Fe diukur menggunakan Photometer setiap dua hari sekali. Sekali dalam satu hari pH dan EC diukur dan disesuaikan dengan menggunakan HNO3 dan atau H2PO4 dan air.

 

Dari hasil observasi yang dilakukan:

Ketersediaan Ca dan Fe3+

  • Secara cepat Ca tidak ditemukan  sesuai dengan konsentrasi yang diharapkan dalam lauran. Ca hanya mencapai konsentrasi yang ditentukan dalam beberapa hari setelah dimulai. Hal ini bukan karena terjadi saturasi air, karena ketersediaan air cukup banyak dan secara teori ketersediaan Ca(NO3)2 dalam jumlah banyak akan memenuhinya.
  • Konsentrasi Fe3+ turun sangat cepat setelah larutan disiapkan. dan tren penurunan konsentrasinya selalu diikuti tren yang sama dan tidak berhubungan dengan parameter cuaca atapun penyerapan mineral oleh tanaman.

Demikian, semoga bermanfaat. Salam Hidroponik Indonesia.

 

referensi:

Dynamic Simulation of Nutrient Solution Composition in a Closed Hydroponic System (P. Giaglaras, Ch. Lykas, C. Kittas)

%d blogger menyukai ini: