Iklan

Posts from the ‘Pengetahuan’ Category

Kumpulan Gambar Hidroponik


mulailah-membudidayakan-tanaman-obat-secara-hidroponik

 

IMG_1122

 

terong box

 

cabe1 cabe2(http://bibitbunga.com/blog/cara-menanam-cabe-hidroponik-menggunakan-polybag/)

 

Iklan

Bertanam Cabe Hidroponik


Literatur Review

Pada posting ini saya mencoba melakukan pengumpulan referensi yang dapat dipelajari terkait dengan menanam cabe secara hidroponik.

Budidaya Tanaman Hidroponik Cabe memiliki beberapa keuntungan utama dibandingkan dengan budidaya tanaman cabe secara konvensional, antara lain  :

  • Tidak memerlukan tanah yang subur, karena teknik budidaya tanaman secara hidroponik hanya menggunakan air sebagai media tumbuh tanaman. Sehingga kita tidak memerlukan lahan yang selalu subur untuk dapat berbudidaya tanaman cabe.
  • Pertumbuhan tanaman lebih optimal, tanaman hidroponik cabe dapat tumbuh lebih optimal dibandingkan tanaman cabe konvensional. Hal ini dikarenakan nutrisi yang tersedia didalam air, dapat diserap secara maksimal oleh tanaman. Sehingga pertumbuhan lebih cepat dan optimal.
  • Hama tanaman lebih mudah dikontrol. Teknik hidroponik akan memudahkan petani untuk melakukan kontrol terhadap serangan hama, hal ini dikarenakan lingkungan tumbuh yang bersih sehingga meminimalisir pertumbuhan hama atau penyakit yang dapat merugikan tanaman.
  • Masa panen tanaman yang lebih panjang dan optimal. Tanaman hidroponik cabe mampu menghasilkan panen sepanjang bulan, setelah melewati masa vegetatif selama 3 bulan. Pada masa generatif, tanaman cabe hidroponik akan mampu terus memberikan hasil panen ketika nutrisi yang diperlukan tanaman tersedia dengan baik. Sehingga hasil panen akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman cabe konvensional.
Disamping beberapa keutamanan tanaman hidroponik cabe tersebut, budidaya secara hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan, yakni nilai investasi pertama yang cukup mahal, Karena harus membeli beberapa peralatan dan nutrisi.
Sistem hidroponik yang paling sesuai digunakan dalam tanaman hidroponik cabe adalah sistem Dutch Bucket. Dengan sistem ini, tanaman cabe akan mampu tumbuh dengan maksimal karena memiliki ruang tumbuh akar yang cukup luas. Dengan space tersebut, akar dapat bekerja dengan maksimal dapat menyerap dan menyalurkan nutrisi, sehingga hasil panennya pun akan maksimal.
tanaman-hidroponik-cabe
Langkah-langkah persiapan penanaman adalah sebagai berikut.
Pemilihan Benih Cabe

Rendam benih cabai  dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang tenggelam pada umumnya lebih
baik untuk ditanam dibanding yang tidak tenggelam.

Penyemaian Benih Cabe

1. Pembuatan Media Semai

Campur tanah bagian atas (/top soil/ atau berhumus) dengan pupuk kompos
atau pupuk kandang dan arang sekam dengan komposisi perbandingan 1:1:1.
Masukkan media semai ke dalam polybag
mini (ukuran 8 x 9 cm). Anda juga dapat menggunakan baki (/seedling
tray/) .

2. Penanaman Biji

Tanam setiap biji cabe ke dalam polybag mini (satu cabai dalam 1
polybag). Buat lubang sedalam 0,5 cm di tengah media semai. Media semai
dibasahi sedikit untuk menjaga kelembaban.

3. Perawatan Bibit

Bibit disiram setiap pagi dan sore hari menggunakan semprotan halus agar
tidak merusak bibit dan media semai. . Tips penyiraman: Tutup permukaan
polybag dengan kertas koran kemudian siram kertas koran hingga basah.
Kertas koran dibuka setelah biji tumbuh yaitu sekitar 3 hari.

Bibit cabe siap dipindahkan ke media tanam hidroponik kultur polybag
setelah 21-24 hari atau setelah bibit cabe memiliki 4-5 helai daun.
Bibit harus dirawat dan dijaga dari gulma. Jika ada gulma segera lakukan
penyiangan.

2. Metode Hidroponik dengan Kultur Polybag

A. Penyiapan Lahan dan Peralatan Hidroponik

Siapkan tempat untuk kegiatan bercocok tanam hidroponik. Kemudian pasang
peralatan hidroponik seperti bak/wadah nutrisi, selang pompa utama/pipa,
dan selang-selang plastik. Jumlah selang plastik disesuaikan dengan
jumlah polybag yang akan Anda gunakan. Setiap polybag dipasang 1 selang
plastik. Selang-selang plastik dihubungkan pada selang pompa utama bak
nutrisi.

Metode Hidroponik dengan Kultur Polybag

B. Penyiapan Wadah dan Media Tanam

Polybag ukuran 40 cm disarankan untuk digunakan untuk penanaman cabe
(minimal ukuran polybag di atas 30 cm). Media tanam yang disarankan
untuk cabe adalah campuran antara arang sekam dan pasir dengan
perbandingan 2:1. Campuran arang sekam dan pasir dapat menahan larutan
nutrisi dengan baik dan campuran keduanya memiliki aerasi yang baik.
Masukkan media tanam ke dalam polybag dan beri lubang di tengah-tengah
media dengan kedalaman 5-7 cm. Anda juga bisa menggunakan rockwool
sebagai media tanam, namun harga media ini relatif mahal.

C. Pemindahan dan Penanaman Bibit

Lakukan pemindahan bibit secara hati-hati jangan sampai merusak akar
tanaman. Robek polybag mini tempat penyemaian, pindahkan bibit dan media
semai seluruhnya ke dalam lubang media hidroponik di polybag besar.
Pemindahan bibit disarankan pada saat sore hari saat matahari tidak
terlalu menyengat. Bibit akan tampak layu setelah 2-3 hari pemindahan
namun akan segar kembali asalkan perakaran masih baik (tidak ada akar
yang terluka).

D. Pemberian Larutan Nutrisi

Susun polybag secara teratur. Letakkan selang-selang plastik pengalir
nutrisi pada masing-masing polybag. Larutan nutrisi harus mencukupi
kebutuhan nutrisi tanaman. Unsur makro seperti N, P , K, Ca, dan Mg
harus dipenuhi. Anda dapat menggunakan pupuk AB mix, atau pupuk hidroponik
lainnya (anorganik maupun organik). Campur pupuk dengan air di bak
nutrisi, lalu alirkan larutan nutrisi ke masing-masing polybag yang
berisi bibit tanaman cabe.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman yang utama meliputi penyiraman, pengajiran, dan
pemangkasan. Penyiraman tanaman cabe dengan larutan nutrisi dilakukan
sebanyak 5-8 kali sehari. Anda disarankan menggunakan timer pada selang
pompa utama agar tidak memerlukan tenaga ekstra.

Larutan nutrisi yang diberikan sebaiknya dilakukan dengan cara irigasi
tetes atau fertigasi. Larutan nutrisi yang diberikan jangan dalam jumlah
banyak sekaligus, namun sedikit-demi sedikit asal cukup membasahi media
tanam di polybag.

Pemeliharaan Cabai Hidroponik

Pengajiran dilakukan pada tanaman yang kurang lebih berumur 1 minggu
atau memiliki tinggi kurang lebih 20 cm dengan menggunakan tongkat
bambu. Ajir berfungsi sebagai media penopang tanaman agar dapat tumbuh
tegak. Ajir diletakkan di media tanam dengan jarak kurang lebih 4 cm
dari pangkal batang. Pemangkasan tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak
daun mencegah tanaman tidak tumbuh ke sampingketika batang belum terlalu
kuat menopang. Lakukan pemangkasan pada hari ke-20 setelah tanam.

Demikian tahap-tahap utama dalam penanaman cabe dalam polybag dengan
metode hidroponik. Saat melakukan penanaman, perhatikan kondisi optimal
tanaman cabe. Tanaman cabe menyukai suhu 24-28oC, kelembaban 80%, kadar
pH 6-7, curah hujan 800-2.000 mm per tahun, dan intensitas cahaya
matahari sekitar 70%. Perawatan teratur akan membuat tanaman tumbuh
subur. Jika timbul hama dan gulma segera lakukan penyemprotan pestisida
(disarankan yang alami) dan penyiangan.

Sumber:

Mengukuran Kuat Medan Listrik Dengan EMF Meter


Pengukuran medan listrik (Electric Field) adalah pengukuran ambient (sekitar) medan elektromagnetik yang dilakukan dengan menggunakan sensor tertentu atau probe, seperti EMF meter. Probe ini secara umum dapat dianggap sebagai antena meskipun dengan karakteristik yang berbeda. Bahkan probe tidak harus mengganggu bidang elektromagnetik dan harus mencegah kopling dan refleksi sebanyak mungkin untuk mendapatkan hasil yang tepat. Ada dua jenis utama dari pengukuran EMF:

  • pengukuran broadband dilakukan dengan menggunakan probe broadband, yang merupakan perangkat untuk menangkap sinyal di berbagai frekuensi dan biasanya dibuat dengan tiga detektor dioda independen;
  • pengukuran dengan pemilihan frekuensi di mana sistem pengukuran terdiri dari antena medan dan spektrum analyzer yang memungkinkan untuk memantau rentang frekuensi tertentu.

Probe EMF ada yang hanya mampu membaca satu bidang pada sebuah sumbu tertentu, atau mungkin tri-aksial secara langsung sehingga dapat menunjukkan arah dari medan secara langsung.

 

Pengukuran Ideal Isotropik (Keseragaman Dalam Segala Arah)

Pengukuran EMF yang diperoleh dengan menggunakan sensor E-field atau H-field yang isotropik maupun mono-aksial, pasif atau pasif. Mono-aksial, probe dengan satu arah adalah perangkat yang menangkap listrik (short dipole) atau medan magnet terpolarisasi pada arah tertentu.

Menggunakan probe mono-aksial memerlukan tiga pengukuran yang diambil dengan sumbu sensor yang diatur pada tiga arah yang saling orthogonal, dalam konfigurasi X, Y, Z. Sebagai contoh, dapat digunakan probe yang membaca komponen medan listrik sejajar dengan arah dari sumbu simetri. Dalam kondisi ini, di mana E adalah amplitudo medan listrik, dan θ adalah amplitudo sudut antara sumbu sensor dan arah medan listrik E, sinyal terbaca sebanding dengan | E | cos θ (kanan). Hal ini memungkinkan untuk memperoleh total amplitudo yang benar dari medan dalam bentuk:

Sebuah probe isotropik (tri-aksial) memudahkan langkah pengukuran diatas, karena total pengukuran dapat ditentukan dengan tiga langkah pengukuran tanpa mengubah posisi sensor. Sensor yang diatur sedemikian rupa secara orthogonal satu sama lain.

Meter

EMF meter adalah instrumen ilmiah untuk mengukur medan elektromagnetik (disingkat EMF). Kebanyakan meter mengukur kerapatan fluks elektromagnetik radiasi (bidang DC) atau perubahan medan elektromagnetik dari waktu ke waktu (bidang AC), pada dasarnya sama dengan antena radio, tetapi dengan karakteristik deteksi sangat berbeda.

Dua model yang umum adalah sumbu tunggal dan tri-axis. Meter sumbu tunggal lebih murah daripada tri-axis meter, tetapi memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikan survei karena meteran hanya mengukur satu dimensi dari medan. Instrumen sumbu tunggal dibuat miring dan dihidupkan semua tiga sumbu untuk mendapatkan pengukuran penuh. Sebuah meter tri-axis mengukur semua secara simultan, tetapi model ini cenderung lebih mahal.

Medan elektromagnetik dapat dihasilkan oleh arus AC atau DC. EMF meter dapat mengukur medan elektromagnetik AC, yang biasanya dipancarkan dari sumber buatan manusia seperti kabel listrik, sedangkan gaussmeters atau magnetometer mengukur medan DC, yang terjadi secara alami di medan geomagnetik bumi dan dipancarkan dari sumber lain di mana terdapat arus searah.

EMF Meter: EMF-839 Lutron

Peraturan Mengenai Medan Listrik dan Magnet

Sampai saat ini tidak ada batas paparan yang pasti yang dapat dijadikan patokan sehingga dapat menyebabkan penyakit kanker. Rekomendasi yang ada saat ini adalah batasan ekstrim yang terjadi dalam waktu jangka pendek.

ICNIRP dan IEEE telah menetapkan batas paparan EMF untuk pekerja dengan exposure EMF serta untuk umum, tanpa menentukan durasi maksimum. ACGIH telah membentuk batas paparan hanya untuk pekerja yang berlaku untuk paparan maksimum dari delapan jam sehari.

Listrik dan medan magnet menginduksi arus yang sangat lemah pada tubuh manusia. Tujuan dari tingkat eksposur maksimum yang direkomendasikan oleh ICNIRP tersebut, IEEE dan ACGIH adalah untuk membatasi arus induksi ini ke tingkat yang tidak ada risiko kesehatan.

Pada saat ini, belum ada teknologi yang memungkinkan kita untuk mengukur arus induksi ke dalam tubuh secara langsung. Namun, intensitas arus induksi dapat diperkirakan dengan menggunakan model dari tubuh manusia dari berbagai kompleksitas. Kemungkinan lain adalah untuk menghitung tegangan induksi bukannya arus induksi, seperti yang telah dilakukan IEEE.

 

Batas Paparan Direkomendasikan

  1. Batas paparan medan listrik pada frekuensi 60 Hz

tabel EMF1

  1. Batas paparan medan magnet pada frekuensi 60 Hz

tabel EMF2

Data lebih lengkap adalah sebagai berikut:

General Public

Frekuensi e-field strength (V/m)
3 – 150 kHz 87
0.15 – 1 MHz 87
1 – 10 MHz 87/f^1/2
10 – 400 MHz 28
400 – 2000 MHz 1.375 x f^1/2
2 – 300 GHz 61

 

Occupational (tempat kerja)

Frekuensi e-field strength (V/m)
65 – 1000 kHz 610
1 – 10 MHz 610/f
10 – 400 MHz 61
400 – 2000 MHz 3 x f^1/2
2 – 300 GHz 137

 

Pengukuran Medan Listrik ECCT

Pengukuran medan listrik pada ECCT dilakukan dengan menggunakan alat EMF Meter Lutron EMF-839.

Petunjukan Keselamatan Pengoperasian

Bahaya bagi pekerja yang mengoperasikan alat terutama yang menggunakan implant electromagnetic (misalnya, alat pacu jantung) dapat menimbulkan bahaya pada beberapa kasus.

Harus mematuhi ketentuan yang ditetapkan badan/pemerintah lokal terkait peralatan yang digunakan.

Sebelum menggunakan peralatan, perlu memahami bagaimana cara mengatur nilai “limit-alarm” (lihat halaman 12 pada buku Operation Manual EMF-839 Lutron).

Perhatian:

Beberapa ilmuwan mengklaim bahwa berada pada radiasi medan listrik dalam waktu yang lama dapat menyebabkan childhood-leukemia dan penyakit kanker.

Tanya dan jawab terkait permasalahan ini tidak disediakan. Dianjurkan untuk menghindari kontak dengan radiasi medan listrik dalam waktu yang lama.

Tanya jawab yang lebih lengkap yang berhubungan dianjurkan untuk merujuk pada badan yang mengaturnya, dianjurkan EPA-USA sebagai referensi.

 

Langkah-langkah Pengukuran Medan

Pasangkan power supply 12V pada konektor disebelah kanan alat

IMG_20151105_100228 IMG_20151105_100306

Pilih card dengan range frekuensi sesuai dengan frekuensi 100 KHz, yaitu card dengan range 100 KHz – 100 MHz

IMG_20151105_100403

Pasangkan card pada slot bagian atas EMF meter dengan menekan kedalam sampai terpasang dengan benar

IMG_20151105_100433 IMG_20151105_100454

Pilih probe sesuai dengan range frekuensi 100 KHz, yaitu probe dengan range 100 KHz – 100 MHz

IMG_20151105_100509 IMG_20151105_100523

Pasangkan probe pada konektor dibagian atas EMF meter disebelah slot card, putar bagian bawah untuk mengunci agar probe terpasang dengan aman

IMG_20151105_100605 IMG_20151105_100616

Pasangkan adaptor pada steker AC PLN

IMG_20151105_100653

Tekan tombol POWER berwarna biru, untuk menyalakan EMF meter, sampai muncul angka 0.00 yang menunjukkan bahwa EMF meter siap digunakan

IMG_20151105_100713 IMG_20151105_100724

 

Letakkan probe EMF meter dibelakang Apparel untuk mengukur medan listrik dari Apparel. Baca nilai terukur pada display EMF meter.

IMG_20151105_101222

 

Referensi:

Electric and Magnetic Fields : Exposure Limit. http://www.hydroquebec.com/fields/limites-exposition.html

EMF Measurement. https://en.wikipedia.org/wiki/EMF_measurement

 

 

 

Simulasi Osilator Bagian 3


  1. Letakkan Net Label antara R1 dan Q1 seperti berikut:

  2. Klik kanan mouse untuk keluar dari sesi Net Label.

  3. Tambahkan Power Supply +12 Volt dengan memilih dari icon

  4. Tekan tombol Tab dan isikan properties Designator= 12VCC, uncheck pada Comment, dan Check pada Value.

  5. Tambahkan GND Power Port dan VCC Power Port dengan mengklik icon GND

Dan icon VCC

  1. Hubungkan Power Supply dan Power Port.

  2. Pilih menu Design >> Simulate >> Mixed Sim.

  3. Pilih signal yang akan dianalisis, pilih OSCOUT pada sisi Available Signals. Kemudian klik button >

Sebelum dilakukan pemilihan signal

Setelah dipilih, signal akan berada pada sisi Active Signals.

  1. Pilih Transient Analysis, uncheck pada Use Transient Default, isikan data berikut:

–          Transient Stop Time                        = 2.0m

–          Transient Step Time                        = 500u

–          Transient Max Step Time              = 500u

Kemudian klik OK.

  1. Hasil simulasi osilator seperti ditampilkan berikut:

 

Link download:

http://www.altium.com/en/products/downloads

Simulasi Osilator Bagian 2


  1. Klik button Place Inductor untuk meletakkan komponen inductor pada area schematic

  2. Tekan tombol Tab pada keyboard dan isikan L1 pada Designator dan isikan nilai 2.5mH pada Value. Kemudian klik button OK.

  3. Tekan tombol Space pada keyboard untuk memilih orientasi posisi komponen yang sesuai

  4. Klik kiri pada mouse untuk meletakkan komponen pada posisi yang diinginkan

  5. Klik kanan pada mouse jika selesai menambahkan komponen inductor.

  6. Ketikan Res1, dibawah library. Kemudian klik button Place Res1.

  7. Isikan properties pada resistor untuk R1= 4K7 dan R2= 470K

  8. Tekan tombol Space pada keyboard untuk memilih orientasi posisi komponen yang sesuai

  9. Klik kiri pada mouse untuk meletakkan komponen pada posisi yang diinginkan

  10. Klik kanan pada mouse jika selesai menambahkan komponen inductor.

  11. Ketikan Cap, dibawah library. Kemudian klik button Place Cap.

  12. Isikan properties pada capasitor untuk C1= 0.01uF, C2= 0.033uF dan C3= 0.1uF

  13. Tekan tombol Space pada keyboard untuk memilih orientasi posisi komponen yang sesuai

  14. Klik kiri pada mouse untuk meletakkan komponen pada posisi yang diinginkan

  15. Klik kanan pada mouse jika selesai menambahkan komponen inductor.

  16. Ketikan 2n3904, dibawah library. Kemudian klik button Place 2N3904.

  17. Isikan properties Q1 pada Designator.

  18. Tekan tombol Space pada keyboard untuk memilih orientasi posisi komponen yang sesuai

  19. Klik kiri pada mouse untuk meletakkan komponen pada posisi yang diinginkan

  20. Klik kanan pada mouse jika selesai menambahkan komponen inductor.
  21. Tambahkan GND Power Port dan VCC Power Port dengan mengklik icon GND

Dan icon VCC

  1. Tata posisi komponen seperti berikut:

  2. Kemudian hubungkan antar kaki komponen dengan menggunakan tool Place Wire

  3. Klik pada ujung kaki komponen L1, kemudian tarik mouse menuju kaki komponen C1

Gambar langkah 1 menambahkan wire.

Gambar langkah 2 menambahkan wire.

  1. Hubungkan setiap komponen sesuai dengan gambar berikut:

  2. Tambahkan Net Label dengan mengklik icon Place Net Label

  3. Tekan tombol Tab maka akan muncul kotak Net Label Properties dan beri nama label Net OscOut. Klik OK.

Untuk menyelesaikan, silakan ikuti tulisan terakhir.

Simulasi Osilator Bagian 1


wire allPada tulisan sebelumnya telah disampaikan sekilas tentang osilator dan macam-macam osilator.

Pada tulisan kali ini akan disampaikan bagaimana membuat sebuah simulasi rangkaian osilator menggunakan software.

 

Silakan ikuti ulasan berikut ini.

Altium Desainer

Altium Limited adalah perusahaan perangkat lunak publik milik Australia yang menyediakan perangkat lunak desain elektronik berbasis PC untuk para insinyur. Didirikan di Tasmania, Australia tahun 1985, Altium sekarang memiliki kantor regional di Australia, China, Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, dengan reseller di semua pasar utama lainnya. Perusahaan ini dikenal sebagai “Protel” sampai tahun 2001.

Sejarah

Nicholas Martin , seorang desainer elektronik yang bekerja di University of Tasmania pada tahun 1980 , menemukan keterbatasan tool untuk merancang papan sirkuit (PCB), baik melalui proses manual yang sulit , atau dengan software yang harganya mahal dan mensyaratkan dalam pemakaian memerlukan komputer mainframe mahal . Dengan perkembangan komputer pribadi , Martin melihat kesempatan untuk membuat desain produk elektronik yang terjangkau untuk platform PC . Pada tahun 1985 ia mendirikan Protel dan meluncurkan produk pertama pada akhir tahun yang sama.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan simulasi rangkaian osilator menggunakan software Altium Designer.

  1. Buka dan jalankan program OrCAD melalui –>Start –> Program –> Altium –> Altium Designer atau klik icon Altium Designer di layar desktop Anda.
  2. Buat project baru File –> New –> Schematic

New Schematic

Akan muncul area kerja berikut:

  1. Klik tab Libraries, disebelah kanan atas.

new schematicnew schematic

  1. Klik tab Libraries, disebelah kanan atas.

  2. Pilih Miscellaneous Devices.IntLib

Langkah-langkah berikutnya pada tulisan bagian 2.

Osilator


Osilator merupakan salah satu bagian yang banyak digunakan pada sebuah rangkaian elektronik. Osilator berfungsi sebagai penyedia “clock” system secara terpusat untuk mensinkronkan operasi system dan mengendalikan urutan operasi sebuah system sekunsial. Secara prinsip sebuah osilator bekerja dengan mengkonversi input DC yang berasal dari power supply menjadi output AC yang disebut sebagai sebuah gelombang. Setiap gelombang yang dihasilkan dapat memiliki frekuensi, jenis gelombang sesuai kebutuhan rangkaian.

Konsep Osilasi

Secara bahasa Osilasi memiliki arti sebagai gerakan/perubahan posisi ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah atau ke depan dan ke belakang atau secara fisika memiliki arti setiap peristiwa yg berubah secara berkala atau bolak-balik antara dua nilai.

Prinsip Kerja Osilator

Setiap osilator setidaknya memiliki satu perangkat aktif baik itu transistor atau komponen yang lain. Prinsip osilator ini dimulai dengan adanya noise/desah saat pertama kali power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali ke input penguat dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulang-ulang, maka sinyal noise akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang dipasang. Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi sebuah osilator. Frekuensi osilasi ditentukan oleh komponen eksternal, baik itu induktor, capasitor ataupun crystal. Nilai umpan balik yang digunakan untuk mempertahankan nilai osilasi juga ditentukan oleh komponen eksternal.

 

Macam Osilator

Macam-macam osilator harmonisa/ sinus :

  1. Osilator Amstrong
  2. Osilator Hartley
  3. Osilator Colpits
  4. Osilator Clapp
  5. Osilator pergeseran Fasa
  6. Osilator Kristal
  7. Osilator Jembatan Wien
%d blogger menyukai ini: